Jumat, 26 Desember 2025

*Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan SIM dan Berikan Edukasi Tertib Administrasi Berkendara*


 

MADIUN KOTA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota menggelar kegiatan *Polantas Menyapa* pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan humanis kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas secara langsung menyerahkan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada para pemohon yang telah memenuhi persyaratan. Tidak hanya penyerahan SIM, petugas juga memberikan arahan dan edukasi mengenai pentingnya kelengkapan administrasi berkendara serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.


Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan *Polantas Menyapa* bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tertib administrasi dalam berkendara.


“SIM bukan hanya sebagai syarat legal dalam mengemudikan kendaraan, tetapi juga bukti bahwa pengendara telah memiliki kompetensi dan pemahaman terkait keselamatan berlalu lintas. Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu melengkapi administrasi berkendara dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” ujar AKP Nanang Cahyono.


Ia juga menambahkan bahwa tertib administrasi merupakan bagian dari budaya tertib berlalu lintas yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan kelengkapan surat-surat dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota.


Melalui kegiatan *Polantas Menyapa* ini, Satlantas Polres Madiun Kota berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan, ketertiban, dan disiplin dalam berlalu lintas, serta terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Bareskrim Polri Pulangkan 9 Pekerja Migran Korban TPPO dari Kamboja


 

Jakarta — Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) berhasil memulangkan sembilan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja. Para korban tiba di Tanah Air pada Jumat, 26 Desember 2025, setelah melalui proses penyelidikan dan koordinasi lintas negara.


Pemulangan tersebut merupakan hasil kerja Desk Ketenagakerjaan Dittipidter Bareskrim Polri yang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Phnom Penh, otoritas imigrasi Kamboja, serta BP2MI. Kesembilan korban sebelumnya diduga direkrut secara ilegal dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, disertai kekerasan fisik dan psikis.


Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya, khususnya pekerja migran Indonesia yang rentan menjadi korban kejahatan lintas negara.


“Polri berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran. Kasus ini menjadi perhatian serius karena para korban direkrut dengan iming-iming gaji besar, namun justru dieksploitasi dan mengalami kekerasan,” ujar Komjen Pol Syahardiantono dalam konferensi pers di Lobby Bareskrim Polri, Jum'at (26/12).


Berdasarkan hasil penyelidikan, para korban berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Lampung, dan Riau. Mereka diketahui bekerja di sejumlah lokasi di Kamboja, seperti Poipet, Bavet, Chrey Thrum, dan Sihanoukville. Bahkan, salah satu korban perempuan diketahui dalam kondisi hamil enam bulan saat berhasil diselamatkan.


Komjen Pol Syahardiantono menambahkan, keselamatan korban menjadi prioritas utama selama proses penyelidikan di Kamboja, mulai dari penyediaan tempat tinggal, kebutuhan logistik, hingga pendampingan kesehatan.


“Alhamdulillah seluruh korban berhasil dipulangkan dalam keadaan selamat. Selama di Kamboja, tim kami memastikan kebutuhan dasar dan keamanan para korban terpenuhi, termasuk perawatan medis bagi korban yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.


Dalam perkara ini, penyidik mengantongi sejumlah nama terduga perekrut, tim leader, hingga bos perusahaan scam di Kamboja. Modus yang digunakan para pelaku umumnya berupa tawaran pekerjaan sebagai operator komputer dengan gaji tinggi, sementara seluruh dokumen perjalanan diurus oleh perekrut untuk meyakinkan korban.


Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan/atau Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.


“Kami akan meningkatkan proses ke tahap penyidikan dan memburu seluruh pihak yang terlibat, baik perekrut di dalam negeri maupun jaringan di luar negeri. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, proporsional, dan berkeadilan,” tegas Kabareskrim.


Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan janji gaji besar tanpa prosedur resmi. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus serupa dan memberikan perlindungan optimal bagi pekerja migran Indonesia ke depan.

Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar


 

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera dengan mengerahkan alat berat serta membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.


Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Aceh, dan Kapolda Sumatera Barat, dibutuhkan langkah cepat dengan memperbanyak serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak.


“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jum'at (26/12).


Untuk wilayah Aceh, Polri telah menyiapkan data dan terus melakukan pembaruan terkait kebutuhan di lapangan. Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan, terdiri dari ekskavator, dozer, dan dump truck.


“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” jelasnya.


Sementara itu, di Aceh Tamiang juga telah disiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan diperbantukan. Adapun di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan terbilang cukup banyak.


“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik, data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” kata Wakapolri.


Selain pengerahan alat berat, Polri juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, terdapat sekitar 300 titik fasilitas air bersih yang harus segera dibangun.


“Saat ini sudah lebih dari 100 yang sudah operasional. Ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” ungkapnya.


Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian fasilitas air bersih di sejumlah daerah, antara lain Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Sumatera Barat, termasuk wilayah Agam dan Padang Panjang.


Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Polri Gelar Bakti Kesehatan di Sumbar untuk 222 Orang


 

Jakarta - Warga Sumatra Barat (Sumbar) mengeluhkan terserang penyakit usai diterpa bencana alam. Polri mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat. 


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengungkapkan, masyarakat mengeluhkan beberapa hal ketika mendapatkan pemeriksaan gratis. 


"Pelayanan kesehatan meliputi keluhan seperti, demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, diare dan hipertensi," katanya kepada awak media, Jumat (26/12/2025).


Menurut Susmelawati, kegiatan itu meliputi pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat pada daerah terdampak bencana banjir sebanyak 222 orang. 


Adapun lokasi bakti kesehatan itu dilakukan di Posko Huntara Lubuk Buaya 39 orang. Posko Nanggalo 20 orang. Posko Sungai Lareh 26 orang. 


Posko Tabing Banda Gadang 27 orang. Posko Gunung Nago, Pauh 28 orang. ⁠Posko air dingin ada 28 orang. 


"Posko Gurun Laweh 26 orang dan Posko Tanjung Raya, Maninjau (Polres Agam) 28 orang," ujarnya.

*Polri Bantu Kuras Air Yang Merendam Kompi Senapan A Yonif 111 / Karma Bakti, Aceh Tamiang*


 

Hari ini, 26 Desember 2026, Musibah banjir yang melanda Aceh Tamiang Genap satu bulan. Kompi Senapan A Yonif 111 / Karma Bakti, Aceh Tamiang, masih terendam air sisa banjir. 


Hari ini Pasukan gabungan Korbrimob Polri dan Brimob Polda Aceh mengerahkan Personel dan peralatan yang dimiliki untuk membantu menguras air yang menggenang di Markas Komando Kompi Senapan A Yonif 111 / Karma Bakti, Aceh Tamiang.


Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda Roy, Pasi Provos Pasukan Brimob 1 Korbrimob Polri.


"Disini, kami membantu kompi senapan untuk menyedot air yang tergenang di markas kompi senapan" Jelas Ipda Roy.


Roy menjelaskan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk sinergitas antara Polri dan TNI, harus saling membantu dan mendukung, dimana kepentingan bangsa dan negara harus dikedepankan. 


Terpisah, Kapten Inf Rio selaku Komandan Kompi Senapan A Yonif 111 / Karma Bakti mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Brimob Polri.


"Pagi ini kami kedatangannya dari rekan-rekan Brimob Polri, membantu untuk menyedot air yang tergenang di kompi kami, saya ucapkan terimakasih atas bantuan dari bapak, sangat bermanfaat untuk Kompi Kami."


Rio berharap, kedepan TNI-Polri bisa Semakin Solid dan Kompak Membantu pemerintah ditengah bencana yang menimpa.


"Kedepan TNI-Polri semakin Solid, ditengah bencana ini kita harus semakin kompak, solid untuk membantu pemerintah mengatasi  bencana" pungkasnya.

*Satgas Ops Lilin Semeru Polda Jatim Cek Pospam Terminal Purabaya Pastikan Pelayanan Maksimal*


SURABAYA – Polda Jawa Timur melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam) Terminal Purabaya Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (26/12/2025). 


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh  Irwada Polda Jatim Kombes Pol Ary Satriyan dengan didampingi para Kasatgas Operasi Lilin Semeru Polda Jatim.


Dalam kegiatan tersebut, rombongan Polda Jatim meninjau langsung kesiapan Pospam Terminal Bungurasih, mulai dari kehadiran dan kelengkapan personel, sarana prasarana pendukung, hingga mekanisme pelayanan kepada masyarakat, khususnya para penumpang angkutan umum. 


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast selaku Kasatgas Humas Ops Lilin Semeru mengatakan, pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian pelayanan di terminal berjalan optimal, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa libur Nataru. 


“Pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh personel siap siaga dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para penumpang angkutan umum di Terminal Bungurasih,” kata Kombes Pol J. Abast. 


Ia menambahkan, Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Lilin. 


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan, menjaga ketertiban, dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” pungkasnya. 


Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi di Terminal Purabaya Bungurasih terpantau aman, tertib, dan kondusif. (*)

*Wakapolri Tegaskan Polri Hadir untuk Kemanusiaan, Perkuat Penanganan Bencana di Tiga Provinsi*


Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Apel digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (26/12/2025).


Dalam kegiatan doorstop bersama media, Wakapolri menyampaikan bahwa penambahan personel dan sarana merupakan respons atas tingginya kebutuhan di lapangan.


“Saat ini kondisi di lapangan masih membutuhkan tambahan kekuatan. Oleh karena itu, sesuai perintah Bapak Kapolri, Polri menyiapkan total 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di wilayah Sumatera,” kata Wakapolri.


Ia mengungkapkan, selain ribuan personel yang telah bekerja di lapangan, Polri juga mengerahkan tenaga kesehatan, tim trauma healing, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).


“Untuk mendukung pemulihan masyarakat, saat ini terdapat 43 tenaga kesehatan, 82 personel trauma healing, serta Tim DVI yang terus bekerja, khususnya di Sumatera Utara, di mana masih terdapat beberapa jenazah yang dalam proses identifikasi DNA,” jelasnya.


Dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, Wakapolri menekankan pentingnya penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.


“Sesuai arahan Bapak Kapolri, penambahan sumur bor menjadi perhatian utama. Target kita sekitar 300 titik. Saat ini sudah tersedia 238 titik, dengan 84 sumur bor beroperasi dan sisanya masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya.


Polri juga telah mendirikan 91 posko tanggap bencana di tiga provinsi, serta melayani kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 37.867 warga telah mendapatkan layanan kesehatan, dengan keluhan terbanyak berupa demam, batuk, diare, gangguan kulit, dan gangguan pencernaan.


“Hal-hal ini menjadi prioritas kami. Selain penanganan fisik, kami juga memperkuat pengendali lapangan agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif,” kata Wakapolri.


Menutup keterangannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan perbaikan dan penguatan sesuai arahan Kapolri.


“Polri harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

 *Polresta Sidoarjo Cetak Prestasi Nasional, Layanan SIM Keliling 24 Jam Nonstop Sabet Rekor MURI* SIDOARJO - Inovasi pelayanan publik yang ...