Senin, 17 Agustus 2026

 *Polresta Sidoarjo Cetak Prestasi Nasional, Layanan SIM Keliling 24 Jam Nonstop Sabet Rekor MURI*



SIDOARJO - Inovasi pelayanan publik yang dilakukan Satlantas Polresta Sidoarjo melalui program SIM Keliling Sahabat Sidoarjo berhasil mencatatkan prestasi nasional. 


Pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang digelar selama 24 jam nonstop selama 17 hari, mulai 30 Juli hingga 15 Agustus 2026, tersebut meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).


Penghargaan rekor MURI tersebut diterima Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, didampingi Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugrah Putra, usai pelaksanaan Upacara Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (17/8/2026).


Program SIM Keliling Sahabat Sidoarjo 24 jam nonstop selama 17 hari merupakan bentuk inovasi Satlantas Polresta Sidoarjo dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. 


Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi berkendara, khususnya memperhatikan masa berlaku SIM.


Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Polri atas bimbingan serta dukungan yang diberikan.


Kombes. Pol. Christian juga mengapresiasi kerja keras dan kerja ikhlas seluruh personel yang terlibat, serta perhatian masyarakat terhadap pentingnya memperpanjang SIM tepat waktu.


“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih atas bimbingan pimpinan Polri, kerja keras dan kerja ikhlas seluruh anggota, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya masa berlaku SIM dan mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes. Pol. Christian Tobing.


Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugrah Putra menegaskan bahwa penghargaan MURI tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik. 


“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat," ujar Kompol Yudhi.


Ia menegaskan, Satlantas Polresta Sidoarjo akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pengurusan SIM.


Capaian rekor MURI tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. 


Inovasi pelayanan SIM Keliling Sahabat Sidoarjo diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan responsif. (*)

 Polri Berikan Trauma Healing bagi Anak-Anak Terdampak Gempa Bumi di Ende


ENDE – Kepolisian Resor Ende memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Pulau Flores. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Pengungsian Mandiri, Desa Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA tersebut diikuti 17 anak terdampak gempa bumi. Trauma healing diberikan oleh konselor Polres Ende, yakni Aipda Yumias Markus Lete dan Brigpol Novi Asmiati, yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari Polda NTT.


Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, kegiatan trauma healing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami kepanikan dan ketakutan akibat bencana.


“Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami situasi bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya membantu mereka mengelola rasa takut dan cemas, sehingga secara bertahap dapat kembali merasa aman dan menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar AKBP Yudhi.


Dalam kegiatan tersebut, para konselor mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas yang bersifat edukatif dan menyenangkan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak setelah mengalami situasi yang menimbulkan kepanikan dan ketakutan.


“Yang kami lakukan bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri anak-anak. Kami ingin mereka memahami bahwa mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli serta siap membantu,” tambahnya.


Kapolres Ende menegaskan, Polri akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam.


“Kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat dan membantu anak-anak kembali ceria,” katanya.

.

 *Personel Polri Kembangkan Aplikasi Pengelolaan Kontinjensi Pengaduan Masyarakat Berbasis Realtime dan Quick Response*


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendorong personel untuk mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital guna memperkuat kecepatan dan ketepatan respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Salah satunya melalui proyek perubahan yang digagas Kombes Pol. Hari Brata, S.I.K., M.H., bertajuk “Membangun Manajemen Pengaduan Kontinjensi Responsif Terintegrasi sebagai Resiliensi Keamanan Nasional.”


Gagasan tersebut dilatarbelakangi semakin kompleksnya dinamika keamanan nasional di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan konektivitas digital. Di sisi lain, masyarakat semakin aktif menggunakan kanal digital untuk menyampaikan pengaduan maupun informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Melalui proyek perubahan ini, pengaduan masyarakat tidak hanya dipandang sebagai layanan administratif, tetapi juga diarahkan menjadi sumber informasi strategis untuk mendukung deteksi dini, intelijen taktis, percepatan respons, serta pengambilan keputusan operasional Polri.


Dalam keterangannya, Kombes Pol. Hari Brata mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar pengelolaan pengaduan kontinjensi mampu mengikuti perkembangan ancaman yang semakin cepat dan kompleks.


“Pengaduan masyarakat harus kita kelola bukan hanya sebagai laporan yang masuk, tetapi menjadi informasi strategis yang dapat mendukung deteksi dini dan mempercepat respons Polri. Karena itu, sistemnya harus responsif, terintegrasi, realtime, dan mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” kata Hari Brata dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/8/2026).


Proyek perubahan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan pengelolaan pengaduan masyarakat melalui penguatan kebijakan, penyusunan SOP Quick Response, pengembangan Dashboard Monitoring Pengaduan Kontinjensi Realtime, serta penguatan koordinasi lintas fungsi dan lintas instansi.


Dalam implementasinya, proyek tersebut juga mencakup pengembangan prototype dashboard yang mengintegrasikan data pengaduan masyarakat secara cepat, akurat, dan terpusat. Sistem tersebut juga diarahkan untuk menyempurnakan Daily Operating Reporting System (DORS) yang telah dimiliki Polri, sehingga pengelolaan informasi tidak hanya mencakup kejadian atau kejahatan konvensional, tetapi juga dapat mengakomodasi kejadian kontinjensi yang membutuhkan penanganan secara cepat.


Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai kejadian kontinjensi dapat diterima dan direspons secara lebih cepat, termasuk melalui mekanisme dispatch personel maupun pasukan untuk melakukan mitigasi. Langkah ini penting karena kejadian kontinjensi membutuhkan penanganan segera untuk mencegah eskalasi dan meminimalkan dampak yang lebih besar.


Selain pengembangan sistem, dilakukan pula penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop pelayanan pengaduan kontinjensi serta penyusunan komitmen bersama dalam penanganan pengaduan lintas fungsi secara terintegrasi.


Hari Brata menjelaskan, keberadaan sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mengubah pola penanganan pengaduan yang sebelumnya cenderung reaktif menjadi lebih cepat, prediktif, dan preventif.


“Transformasi ini kita bangun untuk memastikan setiap pengaduan yang memiliki potensi kontinjensi dapat segera diterima, diverifikasi, didistribusikan kepada fungsi yang tepat, ditindaklanjuti, dan dimonitor. Dengan begitu, pengaduan masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem early warning Polri,” ujarnya.


Proyek perubahan ini juga mendorong kolaborasi lintas fungsi dan lintas instansi. Penguatan koordinasi menjadi bagian penting agar informasi yang diterima dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif sesuai karakteristik dan tingkat urgensinya.


Dalam rancangan proyek perubahan tersebut, Polri telah memiliki sejumlah modal pendukung, di antaranya layanan Call Center 110 dan Dumas Presisi, command center, infrastruktur teknologi informasi, jaringan komunikasi data, serta sumber daya manusia yang mendukung pengelolaan pengaduan dan pengendalian operasional.


Hari Brata menegaskan, keberhasilan transformasi manajemen pengaduan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, standar operasional yang jelas, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.


“Teknologi adalah salah satu instrumen. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel, kesamaan pola kerja, koordinasi lintas fungsi dan kolaborasi dengan stakeholder. Semua harus bergerak dalam satu sistem agar respons terhadap pengaduan masyarakat benar-benar cepat dan terintegrasi,” tuturnya.


Melalui proyek perubahan tersebut, diharapkan terwujud tata kelola pengaduan kontinjensi yang cepat, responsif, terintegrasi, dan profesional. Transformasi ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat pelayanan publik Polri, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendukung resiliensi keamanan nasional dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.

Minggu, 16 Agustus 2026


 *Polda Jatim Pastikan Situasi Surabaya Kondusif dan Terkendali Pascakejadian di Dua Pos Lantas*



SURABAYA - Polda Jawa Timur pastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali, usai Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kejadian di Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026) malam.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pria tersebut diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan. 


Langkah itu antara lain dengan memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mendalami berbagai petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.


"Yang bersangkutan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Kombes Pol Jules, Minggu (16/8/2026).


Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.


Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga membenarkan adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam insiden tersebut, dan telah mendapatkan penanganan medis.


Polda Jatim menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta serta alat bukti.


"Untuk motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan, kami belum dapat menyampaikan kesimpulan karena proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung," ujar Kombes Abast.


Di sisi lain, Polda Jatim memastikan situasi Kamtibmas di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali.


Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga tetap dapat digunakan. Pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan seperti biasa.


Polda Jatim mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


"Masyarakat juga kami harapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata Kombes Pol Abast.


Masyarakat yang mengetahui atau menemukan informasi berkaitan dengan kejadian tersebut, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, diminta segera melapor kepada kepolisian melalui kantor polisi terdekat atau layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.


Polda Jatim bersama jajaran juga mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun fasilitas pelayanan publik.


"Polda Jawa Timur bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif," pungkas Kombes Abast. (*)


 *Terus Bergerak Cepat, Polri Kembali Kirim K9, Obat-obatan dan 3,4 Ton Bantuan ke NTT*


Jakarta – Polri terus bergerak cepat dalam operasi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Minggu (16/8/2026), Polri kembali menggeser 10 ekor K9 bersama timnya, obat-obatan dan berbagai logistik bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo.


Perkuatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk terus memperkuat Polda NTT. Setelah pada Sabtu malam memberangkatkan 137 personel, hari ini Polri kembali mengirimkan kemampuan khusus K9 sekaligus bantuan kemanusiaan.


10 K9 Siap Perkuat Pencarian Korban


Pesawat CN-295/P-4501 membawa 21 personel tim K9, termasuk pawang, dokter hewan dan paramedis K9, serta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan pencarian korban.


Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 dipastikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis K9, termasuk memastikan kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.


Kesiapan kesehatan K9 menjadi bagian penting agar anjing pelacak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi medan bencana yang membutuhkan kemampuan fisik dan konsentrasi tinggi.


Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.


Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.


Jika kebutuhan bergeser ke wilayah lain, tim K9 siap digerakkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.


3,4 Ton Bantuan Ikut Bergerak


Tidak hanya personel dan K9. Pesawat juga membawa sekitar 3.411 kg atau 3,4 ton peralatan dan bantuan kemanusiaan, terdiri dari:


* 409 kg obat-obatan bantuan;

* 45 dus makanan siap saji;

* 10 unit Wontech;

* peralatan SAR dan K9;

* pakan K9;

* 10 unit kennel box K9;

* perlengkapan operasional tim K9;

* banner dan stiker pendukung kegiatan.


Seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.


Karopenmas: Polri Bergerak Sesuai Kebutuhan


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman hari ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polri yang terus bergerak dan tidak berhenti pada satu kali pemberangkatan.


“Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat.”


Menurut Trunoyudo, Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri terus menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual.


“Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.”


Perkuatan Terus Disiapkan


Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel yang terdiri dari SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog serta Propam.


Polri juga menyiapkan dukungan transportasi udara, termasuk tiga helikopter AW169, untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.


Pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.


Operasi kemanusiaan akan terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan personel, peralatan dan bantuan berikutnya yang perlu digeser.


Dari Pondok Cabe ke Labuan Bajo, Polri terus bergerak cepat. K9 dipastikan sehat dan siap bertugas, personel siap menolong, obat-obatan siap dikirim, dan logistik terus digeser.


Polri hadir untuk masyarakat NTT. Terus bergerak, terus membantu.

Kamis, 13 Agustus 2026


 Polres Madiun Kota Turun ke Sekolah, Bekali Siswa MAN 2 Kota Madiun Literasi dan Etika Penggunaan AI




KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota terus berinovasi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda melalui pemanfaatan teknologi. 



Kali ini, Polres Madiun Kota melaksanakan program Training of Trainer (TOT) “Paham AI” dengan tema Edukasi Literasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada siswa MAN 2 Kota Madiun, Jumat (14/8/2026).




Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kota Madiun, Jalan Sumber Karya, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tersebut diikuti sebanyak 60 siswa. 



Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus bagaimana memanfaatkannya secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.




Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta etika dalam penggunaan AI. Literasi ini dinilai penting mengingat perkembangan teknologi kecerdasan buatan semakin pesat dan telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan.



Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama W.P., S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa edukasi literasi AI merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan generasi muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi.




“Kami ingin para pelajar tidak hanya mampu menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak, aman, kritis dan bertanggung jawab.




AI memiliki banyak manfaat, namun harus digunakan dengan tetap memperhatikan etika, keamanan data serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang dihasilkan,” ujar AKBP Rizki.



Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat. 




Karena itu, pemahaman sejak dini mengenai teknologi AI diharapkan dapat membentuk pelajar yang cerdas digital, kreatif, serta mampu menangkal penyalahgunaan teknologi dan informasi yang tidak benar.




“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan bekal positif bagi siswa. Jadilah generasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap memiliki karakter, etika dan tanggung jawab,” tambahnya.




Kegiatan TOT Paham AI di MAN 2 Kota Madiun ini sekaligus menjadi bentuk sinergi Polres Madiun Kota dengan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang melek teknologi, kritis terhadap informasi, dan siap menghadapi tantangan era digital.(hms).

Rabu, 05 Agustus 2026

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan BPKB dan Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada Masyarakat


 

Madiun – Dalam rangka memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat, Satlantas Polres Madiun Kota kembali melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Pada kegiatan tersebut, petugas Satlantas Polres Madiun Kota menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada para pemohon yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyerahan BPKB dilakukan secara langsung dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, ramah, dan akuntabel sehingga masyarakat dapat menerima dokumen kendaraannya dengan aman dan nyaman.


Selain memberikan pelayanan administrasi kendaraan bermotor, petugas juga menyampaikan edukasi kepada para pemohon mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Masyarakat diimbau untuk selalu melengkapi administrasi kendaraan, mematuhi rambu-rambu dan marka jalan, menggunakan helm berstandar SNI maupun sabuk pengaman sesuai jenis kendaraan, serta menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara. Edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Polantas Menyapa merupakan salah satu bentuk pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.


"Melalui kegiatan Polantas Menyapa, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menciptakan lingkungan berkendara yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," ujar AKP Nanang Cahyono, S.Pd.


Melalui kegiatan Polantas Menyapa ini, Satlantas Polres Madiun Kota berharap pelayanan yang diberikan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas. Dengan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, tertib, serta kondusif di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

 *Polresta Sidoarjo Cetak Prestasi Nasional, Layanan SIM Keliling 24 Jam Nonstop Sabet Rekor MURI* SIDOARJO - Inovasi pelayanan publik yang ...