Minggu, 01 Maret 2026

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan SIM dan Edukasi Tertib Berkendara


 

Madiun – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesadaran tertib berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota kembali menggelar kegiatan “Polantas Menyapa” pada Senin, 2 Maret 2026.


Kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada para pemohon yang telah dinyatakan lulus seluruh tahapan administrasi dan ujian. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh petugas dengan pendekatan humanis, mengedepankan senyum, sapa, dan salam sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.


Kasat Lantas Satlantas Polres Madiun Kota, Nanang Cahyono, menegaskan bahwa kepemilikan SIM bukan hanya sebagai syarat administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab pengendara dalam menjaga keselamatan di jalan raya.


“SIM adalah bukti legalitas dan kompetensi seseorang dalam berkendara. Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu melengkapi kelengkapan berkendara, baik kelengkapan pribadi seperti SIM dan KTP, maupun kelengkapan kendaraan seperti STNK, helm standar SNI, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan,” ujar AKP Nanang Cahyono, S.Pd.


Selain menyerahkan SIM, petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota.


Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom yang profesional serta humanis.


 *Semangat Ramadhan, Polwan Polres Bondowoso Tebar 500 Takjil di Pasar Induk*



BONDOWOSO – Ramadhan bukan sekedar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum memperkuat empati dan memperluas kepedulian. 


Di tengah denyut aktivitas Pasar Induk Bondowoso yang tetap ramai menjelang waktu berbuka, kehadiran Polisi Wanita Polres Bondowoso Polda Jatim menjadi penanda bahwa nilai berbagi terus dihidupkan dalam tindakan nyata.


Polwan Polres Bondowoso Polda Jatim yang menggelar aksi sosial itu membagikan 500 paket takjil kepada pengguna jalan, pedagang, dan juru parkir di sekitar Pasar Induk Bondowoso. 


Lokasi Pasar Induk dipilih karena menjadi pusat aktivitas masyarakat dan titik strategis perlintasan kendaraan. 


Dengan demikian, pembagian takjil dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran.


“Alhamdulillah, kegiatan berbagi takjil berjalan lancar. Pasar Induk kami pilih karena merupakan pusat kegiatan masyarakat. Jika lokasi kurang ramai, tentu akan memerlukan waktu lebih lama untuk menyalurkan 500 paket takjil,” ujar Ipda Otty Diana Novita, Minggu (1/3/26).


Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan berbagi yang digagas Kapolres Bondowoso, AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan. 


Program tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mempererat silaturahmi serta membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan warga.


Dalam perspektif nilai keagamaan dan sosial, berbagi di bulan Ramadhan memiliki makna yang mendalam. 


Ramadhan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta kepekaan terhadap sesama, terutama mereka yang berada dalam keterbatasan. 


Setiap paket takjil yang dibagikan bukan sekedar makanan pembuka puasa, melainkan simbol perhatian, solidaritas, dan kebersamaan.


Peran Polwan Polres Bondowoso dalam kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi strategis Polisi Wanita dalam institusi Polri. 


Tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, Polwan hadir sebagai representasi pendekatan humanis yang mengedepankan sentuhan empati, komunikasi persuasif, dan keteladanan. 


Keberadaan mereka di ruang publik membawa pesan bahwa kepolisian adalah sahabat masyarakat, termasuk dalam momentum religius seperti Ramadhan.


Masyarakat yang menerima takjil menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan Polres Bondowoso. 


Senyum dan sapaan hangat yang terjalin di antara aparat dan warga menjadi gambaran harmonisasi yang terus dibangun.


Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Polwan Polres Bondowoso menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti pada tugas formal semata. 


Di bulan penuh berkah, kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, menghadirkan keteduhan serta harapan di tengah kehidupan masyarakat. (*)


 *Polres Gresik Buka Layanan Khusus SIM Santri Trendi Selama Ramadhan*



GRESIK - Satuan Lalu Lintas Polres Gresik Polda Jawa Timur  menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi). 


Program ini dirancang sebagai solusi jemput bola bagi para santri yang ingin tetap tertib administrasi berkendara tanpa harus mengorbankan kewajiban ibadah dan pendidikan di pesantren.


Kasat Lantas Satlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin menjelaskan bahwa layanan permohonan baru SIM A dan SIM C dibuka secara khusus setiap hari Jumat selama Ramadan 1447 H.


“Kami menyesuaikan pelayanan publik dengan realitas di lapangan. Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujarnya.


Kebijakan ini menjadi bentuk fleksibilitas pelayanan kepolisian, tanpa mengurangi standar dan prosedur yang berlaku.


Seperti diketahui, di Kabupaten Gresik, denyut kehidupan sosial tak bisa dilepaskan dari keberadaan ratusan pondok pesantren. 


Data Kementerian Agama mencatat lebih dari 209 pesantren berdiri di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali ini. 


Ribuan santri menjadi bagian penting dari dinamika kota. Namun, ketika Ramadan tiba, ritme kehidupan mereka berubah drastis. 


Jadwal mengaji, tadarus, hingga ibadah malam membuat waktu mereka kian padat.


Melihat realitas tersebut, inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi dihadirkan oleh Satlantas Polres Gresik.


Salah satu poin menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif.


Layanan SIM Santri Trendi tidak membatasi pemohon hanya bagi santri ber-KTP Gresik.


Ketentuannya meliputi:

* Identitas: Terbuka bagi santri dengan KTP wilayah mana pun (nasional).


* Syarat Validasi: Cukup menunjukkan Kartu Santri atau kartu identitas pondok yang masih aktif sebagai bukti domisili di pesantren wilayah Gresik.


* Jenis Layanan: Permohonan baru untuk SIM A (mobil) dan SIM C (sepeda motor).


Dengan kebijakan tersebut, para santri perantauan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengurus legalitas berkendara.


Meski memberikan kemudahan akses waktu dan administrasi, pihak kepolisian menegaskan tidak ada jalur instan dalam proses penerbitan SIM.


Seluruh pemohon tetap wajib melalui tahapan standar, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori terkait pemahaman aturan lalu lintas, hingga ujian praktik untuk mengukur keterampilan berkendara.


Hal ini memastikan bahwa predikat “Trendi” bukan sekadar slogan, melainkan representasi santri yang benar-benar cakap dan patuh di jalan raya.


Program SIM Santri Trendi sejatinya menjadi jembatan antara dua ruang disiplin. 


Di pesantren, kedisiplinan dibentuk melalui ketekunan mengkaji kitab dan kepatuhan terhadap tata tertib. 


Di jalan raya, disiplin diwujudkan melalui kepatuhan pada rambu dan etika berlalu lintas.


Melalui inovasi ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap para santri tidak hanya menjadi teladan dalam urusan spiritual, tetapi juga tampil sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. 


Ramadan pun dimuliakan, bukan hanya di ruang ibadah, melainkan juga di setiap lajur jalan raya Kabupaten Gresik. (*)


 Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI


Batam, Sabtu (28/2/2026) — Pengabdian seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tak selalu terlihat di bawah sorot kamera. Di wilayah perbatasan NKRI, tepatnya Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Aipda Raja Faisal Mushawir menjalani pengabdian sunyi namun berdampak besar bagi kemanusiaan.


Pria kelahiran Tarempa, Juli 1986 ini telah mengabdikan diri sebagai anggota Polri selama 21 tahun. Selain menjalankan tugas kepolisian, sejak 2017 ia secara sukarela menjadi sopir mobil jenazah gratis bagi masyarakat. Baginya, menjadi polisi adalah profesi, sementara mengantar jenazah adalah panggilan hati.


Aipda Raja Faisal dikenal luas oleh warga sebagai sosok yang selalu hadir ketika duka datang. Kapan pun diminta, ia siap mengantar jenazah dari RSUD Tarempa ke rumah duka, dari rumah duka ke pemakaman, maupun dari rumah ke rumah sakit. Tidak hanya bagi jenazah yang memiliki keluarga, tetapi juga jenazah tanpa identitas serta dari kalangan non-Muslim.


Pengabdian kemanusiaan tersebut berawal dari kiprahnya di organisasi sosial pengurusan jenazah Babul Khairat, yang bernaung di Masjid Nurul Ihsan Tarempa. Saat organisasi tersebut mengalami keterbatasan, termasuk ketiadaan sopir ambulans karena kendala pendanaan dan sebagian pengurus yang telah lanjut usia, Aipda Raja Faisal menawarkan diri untuk membantu.


Sejak itulah, ia menjadi pengemudi tetap mobil jenazah satu-satunya milik warga Desa Tarempa yang melayani hampir 20 ribu jiwa masyarakat di Kecamatan Siantan, Siantan Tengah, dan Siantan Selatan. Mobil jenazah pertama merupakan hibah pemerintah daerah yang telah dimodifikasi, sebelum kemudian pada 2017 organisasi Babul Khairat menerima bantuan mobil jenazah baru melalui Program Kemitraan Bank Riau Kepri.


Selama hampir satu dekade, Aipda Raja Faisal mengaku tidak lagi mampu menghitung berapa banyak jenazah yang telah ia antarkan. Masa paling berat ia rasakan saat pandemi COVID-19, ketika intensitas pelayanan meningkat tajam. Selain mengantar jenazah, ia juga diminta mengawal evakuasi pasien COVID-19 yang menolak karantina, mendampingi tenaga kesehatan, dan membantu penanganan darurat di wilayah kepulauan yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi laut.


“Pernah terlintas di pikiran saya, saat mengantar jenazah di tengah malam, mungkin suatu hari nanti saya juga akan berada di posisi yang sama. Semua hanya soal waktu,” kenang Aipda Raja Faisal.


Dedikasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Istrinya, Maryam, berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Siantan dan kerap menjadi rujukan masyarakat untuk berbagai persoalan kesehatan. Keduanya sering bergandengan tangan membantu warga, mulai dari mengantar ibu melahirkan yang tidak memiliki biaya, hingga mencarikan obat-obatan yang sulit diperoleh melalui jejaring Pemolisian Masyarakat (Polmas).


Pengabdian tanpa pamrih itu berbuah kepercayaan dan kebersamaan warga. Saat keluarga Aipda Raja Faisal membutuhkan donor darah pasca-persalinan, masyarakat datang berbondong-bondong membantu. Bahkan, dukungan sederhana seperti kiriman lauk makanan menjadi simbol kuatnya keguyuban di tanah kelahirannya.


Dukungan juga datang dari pimpinan Polri. Setiap kali ada panggilan kemanusiaan, pimpinan di Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, hingga Polda Kepulauan Riau memberikan izin penuh. Hal ini karena apa yang dilakukan Aipda Raja Faisal sejalan dengan tugas pokok Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Atas dedikasi dan loyalitas tersebut, pada peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026, Aipda Raja Faisal Mushawir menerima penghargaan dari Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya di wilayah perbatasan NKRI yang jauh dari pusat perhatian.


Kisah Aipda Raja Faisal menjadi cermin Polri yang humanis dan hadir sepenuh hati di tengah masyarakat. Sebuah pengabdian yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menemani warga hingga perjalanan terakhir kehidupannya.


 Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan dan Kamtibmas


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara buka puasa bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026). 


Sigit mengatakan kegiatan buka bersama ini sebagai wadah untuk terus meningkatkan silaturahmi yang telah terjalin antara serikat buruh dengan Polri khususnya lewat Desk Ketenagakerjaan.


Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas seluruh elemen buruh termasuk KSBSI agar dapat menjaga persatuan serta kesatuan serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).  


"Stabilitas kamtibmas agar tetap terjaga karena apapun kita bisa membangun, kita bisa melakukan pertumbuhan kalau situasi stabilitas keamanan terjaga karena itu modal utama," kata Sigit. 


Sigit lantas menyinggung situasi global yang belakangan menjadi semakin tidak kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu ketegangan global yang dapat berdampak kepada situasi di dalam negeri. 


Oleh karenanya, kata Sigit, dibutuhkan kerja sama seluruh pihak agar tetap dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.


"Salah satunya dengan mendorong iklim investasi yang kondusif baik untuk asing maupun dalam negeri. Tentunya ini menjadi bagian kita untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan mendorong program Asta Cita Bapak Presiden," ujar Sigit.


Lebih lanjut, Sigit juga memastikan komitmen Polri yang terus mendukung dan mengawal elemen buruh dalam memperjuangkan haknya. Yang paling terpenting, kata Sigit adalah tetap dalam bingkai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. 


"Kita tetap menitipkan agar semuanya berjalan dengan konstruktif sehingga kemudian semuanya bisa kita jaga dan yang paling utama bagaimana persatuan dan kesatuan terus bisa kita kelola, kita jaga di tengah situasi global," tutup Sigit.


 Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan


Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional. Melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI berhasil mengungkap praktik penambangan ilegal dan penyelundupan pasir timah dari Kepulauan Bangka Belitung ke Malaysia.


Pengungkapan ini merupakan hasil sinergi lintas instansi yang dilakukan secara cepat, terukur, dan profesional, guna mencegah kerugian negara serta menghentikan pencurian kekayaan alam.


Kasus ini bermula pada Senin, 23 Februari 2026, saat petugas Bea Cukai memperoleh informasi adanya kapal yang diduga membawa pasir timah ilegal untuk diselundupkan ke Malaysia.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, petugas berhasil mengamankan kapal KM Rezeki Laut II dengan muatan 319 karung pasir timah tanpa dokumen resmi.


Kapal tersebut berikut 1 orang nahkoda dan 4 orang anak buah kapal (ABK) selanjutnya diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.


Dari hasil pengembangan penyidikan, Polri mengamankan dua tersangka berinisial A dan M di Pulau Belitung. Keduanya diduga berperan sebagai penampung, pengelola, dan pengirim pasir timah ilegal.


Pemeriksaan mengungkap bahwa pasir timah berasal dari penambangan ilegal menggunakan meja goyang, kemudian dikumpulkan, dimurnikan, dan disiapkan untuk dikirim ke luar negeri.


Para pelaku diketahui telah melakukan sedikitnya empat kali pengiriman pasir timah ilegal ke Malaysia, dengan tujuan akhir ke smelter di Malaysia berinisial M.


Selain itu, nahkoda dan tiga ABK KM Rezeki Laut II juga telah ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti mengangkut pasir timah ilegal tanpa izin.


Pada Sabtu, 28 Februari 2026, tim penyidik mendatangi lokasi pengolahan pasir timah ilegal di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Di lokasi tersebut, polisi menemukan meja goyang yang digunakan untuk memurnikan biji timah, menyita barang bukti, serta memasang police line.


Penanggung jawab pengungkapan kasus, Brigjen Pol. Irhamni, menyampaikan langsung keterangan kepada wartawan.


“Tujuan dan kedatangan kami adalah pengembangan kasus tindak pidana penyelundupan dan penambangan ilegal pasir timah. Lokasi ini adalah tempat pengolahan yang melakukan penyelundupan kemarin yang kami tangkap bersama rekan-rekan Bea Cukai,” ujar Brigjen Pol. Irhamni.


Ia menegaskan bahwa lokasi pengolahan menjadi titik krusial kejahatan ini.


“Meja goyang ini digunakan untuk memurnikan biji timah. Inilah sumber mereka menyelundupkan timah ke Malaysia,” sambungnya.


Polisi juga melakukan olah TKP dan pengambilan titik koordinat di sejumlah jalur pengiriman, termasuk kawasan pantai dan pelabuhan, untuk memperkuat alat bukti.


Terkait adanya keterangan tersangka mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat pertahanan, Polri menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.


Dittipidter Bareskrim Polri telah dan akan terus melakukan koordinasi dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POM AL) guna pendalaman lebih lanjut, apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan personel pertahanan, sesuai mekanisme hukum dan kewenangan masing-masing institusi.


Hingga saat ini, total tujuh tersangka telah diamankan, termasuk dua tersangka berinisial A dan M di Pulau Belitung.

Seluruh tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).


Brigjen Pol. Irhamni menegaskan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan hingga menyentuh pemodal dan jaringan lain yang terlibat.


“Para pelaku ini sedikitnya telah menyelundupkan pasir timah ke Malaysia sebanyak empat kali. Timah tersebut dijual ke salah satu perusahaan smelter di Malaysia berinisial M. Ini berdasarkan pengakuan mereka dalam pemeriksaan,” tegasnya.


Pengungkapan ini menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap semangat Pemerintah dalam Program Asta Cita, khususnya dalam mencegah penambangan liar, penyelundupan, serta pencurian kekayaan alam negara.


Polri berkomitmen untuk terus hadir menjaga kedaulatan sumber daya alam, memperkuat penegakan hukum, serta memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara sah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


Polri mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan dan perdagangan mineral ilegal, serta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya praktik penambangan liar dan penyelundupan sumber daya alam.


 *400 Siswa Terbaik Lolos Seleksi Terpusat SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) 2026*


Jakarta, 27 Februari 2026 - SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) mengumumkan hasil Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 400 siswa terbaik nasional dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke Seleksi Terpusat yang akan dilaksanakan pada bulan April 2026.


Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap 1, sebanyak 2.644 siswa hadir mengikuti NST Tahap II, mencatat tingkat partisipasi 88,13% dari seluruh Provinsi di Indonesia.


NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan IPA (soal dalam Bahasa Inggris), serta Bahasa Inggris.  Perhitungan skor menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), dengan menghitung berdasarkan tingkat kesulitan soal yang dianalisis dari pola jawaban seluruh populasi peserta. Pendekatan ini memastikan pengukuran kemampuan berlangsung objektif, adaptif, dan presisi.


Penetapan kelulusan dilakukan berdasarkan merit ranking nasional NST Tahap II. Data menunjukkan ketatnya seleksi, dengan skor NST peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional 580. Ini menunjukan bahwa peserta yang lolos berada jauh di atas rata-rata nasional. Dari total 2.644 peserta NST Tahap II, hanya sekitar 15,1% yang masuk dalam kategori 5-7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB), dan kelompok inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 400 peserta terbaik nasional.


Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri menyampaikan, “SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif.” Ia menegaskan, “Penetapan berdasarkan NST Tahap II memastikan seleksi tetap adil dan memberi ruang kompetisi yang setara bagi seluruh peserta.”


Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari SMP di 28 provinsi berbeda. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. Komposisi peserta Top 400 terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari negeri 44%, swasta (kurikulum nasional) 42,5%, dan swasta (kurikulum internasional) 13,5%. Data ini mencerminkan bahwa capaian tinggi tidak semata ditentukan oleh latar sekolah internasional, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.


“YPKTB memastikan SMA KTB menjadi ruang seleksi yang adil dan bermartabat. Sistem ini menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah. Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” ujar Irjen. Pol. Anwar, S.IK., M.Si., Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) sekaligus Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia. “Kehadiran peserta dari 28 provinsi menegaskan bahwa agenda membangun generasi unggul adalah agenda nasional. SMA KTB hadir sebagai bagian dari ikhtiar strategis menyiapkan kader bangsa yang siap bersaing secara global,” kata Anwar.


Pada tahap selanjutnya, ke-400 peserta akan mengikuti rangkaian seleksi akhir yang mencakup tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan PMK, uji kesamaptaan jasmani, LGD, serta wawancara orang tua dan siswa.


SPMB SMA KTB 2026 menjadi tahapan penting untuk menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap ditempa dalam lingkungan pendidikan berasrama yang menekankan disiplin, karakter, kepemimpinan, serta kesiapan berkiprah di tingkat nasional dan global. SMA KTB, di bawah Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) dengan dukungan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), berkomitmen menjaga proses seleksi yang kredibel dan akuntabel, serta menghadirkan ekosistem pembinaan yang kuat bagi putra-putri terbaik bangsa.

 *Polresta Sidoarjo Cetak Prestasi Nasional, Layanan SIM Keliling 24 Jam Nonstop Sabet Rekor MURI* SIDOARJO - Inovasi pelayanan publik yang ...