Senin, 23 Maret 2026


 *Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik, Antarkan Pasutri Asal Situbondo yang Ketinggalan Bus Mudik*



GRESIK - Deru bus mudik yang kian menjauh dari halaman Kantor Pemkab Gresik nyaris memupus harapan sepasang suami istri asal Situbondo untuk pulang kampung. 


Terlambat 45 menit dari jadwal keberangkatan, keduanya hanya bisa pasrah hingga aksi cepat Satlantas Polres Gresik Polda Jatim mengubah segalanya lewat kejaran dramatis hingga Tol Tandes.


Pasangan tersebut tiba di lokasi keberangkatan pukul 08.15 WIB, sedangkan jadwal bus telah diberangkatkan tepat pukul 07.30 WIB. 


Harapan pun seolah sirna, menyisakan kebingungan dan kepasrahan di tengah lokasi yang mulai lengang.


Namun situasi itu tak berlangsung lama. Personel Satuan Lalu Lintas Polres Gresik yang berjaga dengan cepat menangkap kondisi tersebut dan segera melaporkan kepada pimpinan jangan ada pemudik yang tertinggal.


Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima perintah.


“Instruksi pimpinan jelas, kami diminta memastikan tidak ada warga yang terlantar. Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan langkah cepat untuk mengejar bus rombongan,” ujarnya.


Tanpa membuang waktu, pasutri tersebut segera dinaikkan ke kendaraan Patroli dan Pengawalan (Patwal). 


Sirine pun meraung, membelah arus lalu lintas pagi hari, menandai dimulainya aksi kejar yang tak biasa.


Koordinasi intens dilakukan melalui radio komunikasi untuk memantau posisi bus yang telah lebih dulu melaju ke arah tol. 


Petugas di lapangan dan kru bus terus berkomunikasi demi menentukan titik pertemuan yang aman.


Aksi dramatis itu akhirnya berbuah manis di kawasan Tol Tandes. Bus berhasil dihentikan di bahu jalan, menunggu kedatangan kendaraan Patwal yang membawa dua penumpang “tertinggal” tersebut.


Ketegangan pun mencair seketika saat pintu bus kembali terbuka. Raut cemas pasangan suami istri itu berubah menjadi senyum lega penuh syukur.


AKP Nur Arifin menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di momen arus mudik Lebaran.


“Ini bukan sekadar tugas pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana kami hadir memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” imbuhnya.


Sementara itu, Bakti, salah satu penumpang yang sempat tertinggal, mengaku tak kuasa menahan haru atas bantuan yang diberikan.


“Saya sudah pasrah tadi, bingung harus pulang naik apa. Tidak menyangka justru dikawal Polisi sampai masuk tol untuk mengejar bus. Terima kasih banyak Polres Gresik,” ucapnya.


Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik hiruk pikuk pengamanan mudik, hadir dedikasi dan kepedulian Kepolisian yang bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan setiap perjalanan masyarakat tetap berjalan dengan aman dan penuh harapan. (*)


 *Libur Lebaran Polres Magetan Maksimalkan Pengamanan Wisata Telaga Sarangan*



MAGETAN – Memasuki H+1 libur Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026), Polres Magetan Polda Jatim terus meningkatkan pengamanan dan patroli di kawasan wisata Telaga Sarangan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026, di mana Polres Magetan Polda Jatim juga telah mendirikan pos pelayanan (posyan) di kawasan wisata Telaga Sarangan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang memadati lokasi tersebut.


Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Indra, menyampaikan bahwa peningkatan pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengunjung.


“Pada H+1 Lebaran ini, kami meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan di kawasan Telaga Sarangan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, mengingat adanya peningkatan jumlah wisatawan,” ujar Iptu Indra.


Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di wilayah kawasan wisata terpantau ramai namun tetap lancar.


“Sampai saat ini situasi di seputaran Telaga Sarangan terpantau ramai, namun arus lalu lintas masih berjalan lancar dan terkendali,” imbuhnya.


Guna mengantisipasi potensi kepadatan, Polres Magetan Polda Jatim melalui Satuan Lalu Lintas telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. 


Rekayasa tersebut akan diberlakukan mulai dari pertigaan Sidorejo hingga kawasan Telaga Sarangan apabila terjadi penumpukan kendaraan.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama berwisata.


Polres Magetan Polda Jatim mengingatkan pentingnya kamseltibcarlantas dengan cara mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri saat kondisi jalan padat.


Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, dapat memanfaatkan layanan call center Polri di nomor 110 atau langsung mendatangi pos pengamanan maupun pos pelayanan yang telah disediakan di sekitar kawasan wisata.


Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan libur Lebaran di kawasan Telaga Sarangan tetap berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)


 Laporan Harian Juru Bicara Operasi Ketupat 2026 Hari Ke-11


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 melaporkan perkembangan situasi operasi ketupat 2026 pada hari ke-11 pelaksanaan operasi, yang terhitung sejak Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB.


Di bidang lalu lintas, Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.


Selain itu, dalam aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 11 pelanggaran, dengan rincian 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.


Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala.


Sementara itu, berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan, meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.


Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.


Polri juga menyampaikan bahwa arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.


Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.


“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.


Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal maupun nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.


Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan untuk menghindari kepadatan di jalur utama, yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026.


Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.


Di sisi lain, Polri turut melakukan pengamanan di berbagai objek vital seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.


Berdasarkan data pergerakan transportasi umum, tercatat sebanyak 871 trip kapal dengan total 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Pada moda kereta api, terdapat 2.922 perjalanan dengan total 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara mencatat 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.


Polri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi wisata air, serta selalu memperhatikan kapasitas dan aspek keselamatan.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Kombes Pol. Marupa Sagala.


Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar.


Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

Minggu, 22 Maret 2026


 Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H


Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondisi lalu lintas pasca hari raya.


Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa Polri mengantisipasi adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Lebaran, khususnya fenomena bangkit mudik.


“Kami mengingatkan kembali himbauan Bapak Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Shalat Idul Fitri. Untuk itu, Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan,” ujar Brigjen Pol Tjahyono Saputro.


Ia menegaskan bahwa pengelolaan arus balik akan dilakukan secara optimal sebagaimana saat arus mudik, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.


Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 sebagai upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat dalam satu waktu.


“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA secara bijak, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan,” tambahnya.


Selain itu, Polri turut mengantisipasi kegiatan halal bihalal di berbagai daerah yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Personel telah disiagakan untuk melakukan pengaturan di lokasi-lokasi kegiatan masyarakat tersebut.


Terkait objek wisata, khususnya wisata air, masyarakat dan pengelola diimbau untuk memperhatikan kapasitas angkut serta mengutamakan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat over kapasitas.


Brigjen Pol Tjahyono juga menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder, mulai dari TNI, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula ucapan dari Kapolri kepada seluruh masyarakat.


“Atas nama Institusi Polri, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali kepada kesucian, mempererat tali silaturahmi, serta senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” tutupnya.


 *Polres Gresik Pantau SPBU Pastikan Stok Aman di Libur Lebaran*



GRESIK - Polres Gresik Polda Jatim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU guna memastikan ketersediaan, kualitas, dan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM).


Sidak ini merupakan langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur lebaran 1447 H/2026.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup kualitas dan akurasi distribusi BBM kepada masyarakat.


Adapun tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam sidak ini meliputi antisipasi kelangkaan: memastikan stok BBM, kualitas produk dan akurasi takaran. 


"Ada tiga jenis pengecekan yang kami lakukan yaitu jumlahnya, kadarnya dan tercampur atau tidaknya dengan air," ujar AKBP Ramadhan Nasution, Sabtu (21/3/26).


Kapolres Gresik juga menambahkan bahwa kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif selama libur lebaran, sebagai bagian dari komitmen Polres Gresik Polda Jatim dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami ingin memastikan masyarakat bisa ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Karena itu, pengawasan di lapangan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. 


Apabila menemukan indikasi kecurangan atau permasalahan di SPBU, warga dapat segera melapor melalui layanan Call Center 110 (bebas pulsa) maupun layanan aduan “Cak Rama” 0811-8800-2006 yang tersedia di kanal resmi Polres Gresik.


Dengan langkah ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap seluruh proses distribusi BBM selama masa angkutan lebaran dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan. (*)


 Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026


Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-10 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas.


Meski demikian, Polri mencatat masih adanya dinamika di lapangan, khususnya pada sektor lalu lintas. Tercatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta.


Di sisi lain, pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi. 


Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, termasuk saat berwisata.


“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Marupa.


Ia juga mengingatkan agar pengelola tempat wisata turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan.


“Kami mengingatkan agar pengelola dan masyarakat selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” lanjutnya.


Lebih lanjut, Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satunya dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.


“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” jelasnya.


Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan.


“Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” tambahnya.


Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.


Di akhir keterangannya, Marupa juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri.


“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.



*Mudik Aman, Keluarga Bahagia.*

Kamis, 19 Maret 2026


 Mudik Mulai Terasa, Kepadatan Arus Lalin, Berhasil Diurai Petugas Ops Ketupat Semeru 2026




Kota Madiun – Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, personel Ops Ketupat Semeru 2026 Pos Pam Alun-Alun Kota Madiun bergerak cepat melakukan penguraian Kepadatan Arus Lalin di kawasan simpang tiga Alun-Alun Ke Barat Kota Madiun, Kamis malam (19/03).




Kepadatan yang terjadi di lokasi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya volume kendaraan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.



Diketahui, operasi ini memang difokuskan untuk pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran.




Kehadiran petugas di lapangan, arus lalu lintas yang sempat tersendat berhasil diurai secara bertahap sehingga kembali lancar. Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.




Petugas juga terus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat jelang Lebaran.




Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Nanang menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar, sehingga diperlukan kehadiran personel di lapangan untuk mengurai kemacetan.




“Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar. 



Kami juga mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama, seperti tema tahun ini" Mudik Aman Keluarga Bahagia” ujar AKP Nanang.(hms).


 *Operasi Ketupat Semeru 2026 Polda Jatim Beri Layanan Kesehatan Mobile Gratis*



SURABAYA - Komitmen Polda Jawa Timur dalam mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia tak hanya dengan menyiapkan beberapa Pos Operasi Ketupat Semeru 2026.


Demi memberikan layanan yang maksimal, Polda Jawa Timur juga memberikan layanan kesehatan gratis secara mobile bagi pemudik maupun pengemudi khususnya yang sedang antri dibukanya kembali Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Jumat (20/3/26).


Menurut Kombes Pol Abast, jalur penyeberangan melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditutup pada Rabu, (18/3/2026) pukul 17.00 dan akan dibuka Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB dalam rangka Hari Raya Nyepi.


Untuk menampung kendaraan yang menunggu dibukanya jalur penyebarangan, Kombes Abast mengatakan Polda Jawa Timur telah menyiapkan Buffering Zone di beberapa lokasi di sekitar pelabuhan hingga wilayah Situbondo.


"Di Buffering Zone inilah petugas dari Sidokkes Polres yang ada di jajaran Polda Jatim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi maupun pemudik, secara mobile," terang Kombes Abast.


Hal senada juga disampaikan oleh Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi yang mengatakan bahwa layanan kesehatan gratis secara mobile ini dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026.


"Layanan ini gratis dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, demi mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia," kata Kombes Iwan.


Sambil memberikan layanan kesehatan gratis, petugas juga memberikan himbauan dan penyuluhan tentang  mudik aman dan mudik tertib agar selamat sampai tujuan.


Layanan inipun mendapat apresiasi dari para pemudik yang antri di Buffering Zone menunggu dibukanya kembali Pelabuhan Ketapang pada Jumat (20/3/26).


"Alhamdulillah, tadi diberi obat gratis oleh petugas dari Kepolisian setelah tensi darah saya turun," kata Antok (48) pengemudi truk sembako asal Blora Jawa Tengah.


Antok mengaku sejak hari Kamis (19/3) sore masuk Buffering Zone Baluran yang masuk wilayah Kabupaten Situbondo menunggu pelabuhan dibuka. (*)


 *Ramadhan Berbagi : Polres Tulungagung Salurkan Bantuan Sembako Untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah*



TULUNGAGUNG – Jajaran Polres Tulungagung Polda Jatim membagikan bingkisan sembako dan parsel Lebaran kepada ratusan para penggali kubur dan bilal Jenazah pada Kamis (19/03/2026).


Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tulungagung dan Pejabat Utama (PJU) Polres Tulungagung mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial Polres Tulungagung dan jajarannya yang dikemas dalam Ramadhan Berbagi.


Adapun penerima bantuan adalah masyarakat, khususnya mereka yang memiliki peran penting di lingkungan sosial.


“Melalui kegiatan ini, Polres Tulungagung ingin berbagi kebahagiaan di momen Lebaran dengan para penggali kubur dan bilal Jenazah yang selama ini telah berkontribusi dalam pelayanan masyarakat,” ujar AKBP Ihram.


Menurut Kapolres Tulungagung, Bilal Jenazah dan Penggali kubur adalah salah satu profesi yang sangat mulia.


"Bahkan orang yang ditolong oleh para penggali kubur maupun Bilal jenazah ini pun kadang tidak berkesempatan menyampaikan terimakasih," sambungnya.


Kapolres Tulungagung menambahkan, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat serta membantu meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.


"Semoga kegiatan ini juga makin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," pungkas AKBP Ihram. (*)


 *Polda Jatim Imbau Masyarakat Tak Lakukan Takbir Keliling di Jalan Raya*



SURABAYA,- Polda Jawa Timur menggelar Apel Gelar Siaga Malam Takbir 2026 di Lapangan Mapolda Jatim, Kamis (19/3/2026). 


Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan layanan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026.


Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi, selaku pengambil apel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontrol kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan.


“Apel kesiapan ini merupakan mekanisme yang wajar sebagai sarana kontrol untuk kesiapan anggota sebelum dilaksanakan penugasan,” katanya.


Ia menyebut, dalam satu hingga dua hari ke depan dinamika aktivitas masyarakat akan meningkat seiring mendekatnya perayaan Idulfitri, terlebih, sebagian masyarakat diperkirakan akan melaksanakan malam takbir lebih awal.


“Malam Idul Fitri identik dengan kegiatan takbir, namun kami mengimbau agar tidak dilaksanakan secara berkeliling, cukup di tempat masing-masing seperti di masjid atau musala,” tegasnya.


Menurutnya, takbir keliling dengan menggunakan kendaraan, khususnya kendaraan terbuka, berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga gesekan antar kelompok masyarakat.


“Jika dilaksanakan di jalan dengan kendaraan terbuka, ini rawan kecelakaan dan juga berpotensi menimbulkan gesekan yang bisa berujung konflik,” jelasnya.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Jatim telah menyiapkan pengamanan melalui pergelaran personel di berbagai titik strategis. 


Sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu telah dioperasionalkan guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, termasuk potensi keramaian saat malam takbir.


Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya peningkatan arus mudik menuju Jawa Timur. Berdasarkan data dari sejumlah gerbang tol, terjadi kenaikan volume kendaraan sekitar 10 persen.


“Secara keseluruhan memang ada peningkatan sekitar 10 persen, terutama terlihat dari indikator gerbang tol dan kepadatan di rest area,” ungkapnya.


Meski terjadi peningkatan, kondisi lalu lintas di Jawa Timur masih relatif terkendali. 


Kepadatan dan perlambatan terpantau di sejumlah titik, namun belum menimbulkan kemacetan signifikan. (*)


 *Puncak Mudik, Polres Pelabuhan Tanjungperak Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Suramadu*



SURABAYA - Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim melakukan diskresi kepolisian berupa rekayasa lalu lintas di kawasan akses Jembatan Suramadu arah Madura,Kamis (19/3). 


Langkah ini diambil menyusul puncak arus mudik Lebaran hingga terjadi kepadatan kendaraan pada pukul 13.00 WIB.


Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji menjelaskan bahwa kepadatan kendaraan didominasi oleh sepeda motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang hendak menuju Pulau Madura.


“Pada puncak arus mudik, terjadi penumpukan kendaraan roda dua di jalur khusus R2,"kata AKP Imam.


Untuk mengurai kepadatan tersebut lanjut AKP Imam, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak melakukan pengalihan sementara roda Dua ke jalur roda empat atau jalur cepat dengan pengawalan.


"Diskresi bersifat situasional guna mengurai kepadatan demi menjaga keselamatan pengguna jalan," jelas AKP Imam.


Ia mengatakan, setelah kondisi kembali normal maka arus kendaraan roda dua dikembalikan ke jalur semula.


“Alhamdulillah, arus lalu lintas kembali lancar dan situasi tetap aman serta kondusif. Tidak ada kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan,” tambahnya.


Ia mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan.


Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan mobilitas pemudik yang melintasi Jembatan Suramadu dapat berjalan tertib, aman, dan lancar sehingga dapat terwujud Mudik Aman Keluarga Bahagia.(*)


 *Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta lancar, Polri Pastikan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat*


Jakarta – Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 bersama jajaran melaksanakan peninjauan langsung arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (19/3/2026). Peninjauan dilakukan di Terminal 1, 2, dan 3 guna memastikan kelancaran operasional serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Brigjen Pol Tjahyono Saputro selaku Karo PID Divhumas Polri yang dalam hal ini Kasatgas Humas Ops Ketupat 2026,. Didampingi Brigjen Pol M. Ngajib, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri dalam hal ini selaku Kasatgas Preventif Ops Ketupat 2026 dan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana.


Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek langsung kondisi arus penumpang di masing-masing terminal, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama periode mudik. Selain itu, jajaran juga meninjau posko pelayanan yang tersedia di tiap terminal.


Petugas turut memastikan bahwa fasilitas pendukung di posko sangat baik berjalan optimal, termasuk sistem pusat data yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat guna mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus mudik serta meningkatkan respons terhadap potensi gangguan.


Tidak hanya itu, rombongan juga berinteraksi langsung dengan para penumpang untuk menyerap aspirasi serta memastikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas, baik dari Kepolisian maupun stakeholder terkait, berjalan dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


Brigjen Pol Tjahyono Saputro menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta berjalan lancar dan terkendali.


“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di Terminal 1, 2, dan 3, arus mudik berjalan dengan baik. Tercatat sekitar 191 ribu penumpang telah diberangkatkan melalui kurang lebih 1.200 penerbangan. Pelayanan yang diberikan petugas juga sudah cukup optimal sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan yang dihadirkan, termasuk dukungan mobil antar terminal bagi penumpang yang membutuhkan.


“Ini menjadi bentuk pelayanan tambahan yang sangat membantu masyarakat, khususnya bagi penumpang yang harus berpindah terminal. Kami melihat ini mendapat respons positif dari masyarakat,” tambahnya.


Polri berharap seluruh rangkaian Operasi Ketupat 2026, khususnya di sektor transportasi udara, dapat terus berjalan aman dan lancar hingga akhir masa operasi.


“Mudah-mudahan sampai dengan selesainya operasi ini, seluruh pelayanan penerbangan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutupnya.


*Mudik Aman, Keluarga Bahagia*


 47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan Upacara Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi (Pati) Polri pada Kamis (19/3/2026), di Rupatama Mabes Polri.


Dalam upacara tersebut, sebanyak 47 personel Polri resmi mendapatkan kenaikan pangkat yang terdiri dari 1 personel naik ke pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Pol, 14 personel naik ke pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Pol, serta 32 personel naik ke pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) Pol, termasuk 2 personel kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).


Kenaikan pangkat tertinggi diraih oleh Komjen Pol Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Kalemdiklat Polri.


Sementara itu, sejumlah perwira yang naik ke pangkat Irjen Pol di antaranya Irjen Pol Alfred Papare (Kapolda Papua Barat), Irjen Pol.Moffan Moedji Kawanti (Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri), hingga Irjen Pol Asep Guntur Rahayu yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK RI.


Pada kenaikan pangkat Brigjen Pol, terdapat puluhan perwira yang menduduki berbagai jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun di wilayah, termasuk Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini serta Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir.


Selain itu, dua personel menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) ke Brigjen Pol, yakni Brigjen Pol Sambas Kurniawan dan Medyanta.


Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian para perwira tinggi Polri.


“Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas Polri.


Ia menambahkan, Polri berharap para perwira tinggi yang mendapatkan kenaikan pangkat dapat terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung transformasi Polri yang Presisi.


Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penting dalam pembinaan karier serta penguatan organisasi Polri ke depan.


 Dukung Swasembada Pangan Bhabinkamtibmas Pandean Monitoring dan Rawat Lahan Jagung Binaan




Kota Madiun – Bhabinkamtibmas Kelurahan Pandean, Aiptu Hari, melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus perawatan lahan jagung binaan pada Kamis (19/3/2026).




Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta memastikan tanaman jagung tumbuh optimal.




Dalam pelaksanaannya, Aiptu Hari juga berkoordinasi dengan warga setempat guna menjaga keberlangsungan dan hasil panen yang maksimal.



Dengan adanya pendampingan rutin ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Selasa, 17 Maret 2026


 Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan


RIAU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan untuk terus meningkatkan silaturahmi hingga menjaga nilai persatuan dan kesatuan. Hal itu disampaikan saat menghadiri safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Pekanbaru. 


Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh agama, masyarakat, rektor Universitas, tokoh serikat pekerja/buruh, ormas/LSM, mahasiswa dan kelompok ojek online. Dalam kesempatan ini, Kapolri juga melakukan penandatanganan prasasti renovasi Masjid Al-Adzim Polda Riau dan mengukuhkan Satgas PHK Riau dan ojol kamtibmas Presisi. 


"Jadi kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan roadshow kami untuk terus meningkatkan hubungan silaturahmi, soliditas dengan seluruh elemen masyarakat menghadapi situasi dan kondisi yang ada, yang tentunya kita sangat paham bahwa ada berbagai macam dinamika di lapangan yang tentunya harus kami jaga," kata Sigit, Selasa (17/3/2026). 


Di hadapan para elemen bangsa, Sigit menyerukan untuk terus menjaga dan meningkatkan nilai persatuan serta kesatuan. Dalam hal ini, Sigit menegaskan, pihaknya tetap menjunjung demokrasi. Namun yang perlu diingat adalah, semua pihak harus mampu mencegah narasi-narasi yang mampu memecah belah bangsa. 


"Namun demikian, yang selalu saya titipkan jangan sampai kemudian kegiatan-kegiatan tersebut disusupi oleh hal-hal yang sifatnya bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang kemudian bisa menimbulkan kemunduran," ujar Sigit. 


Sigit menjelaskan, persatuan dan kesatuan merupakan kunci utama untuk menghadapi segala tantangan bangsa yang muncul. Apalagi, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. Hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik demi menjadi lompatan Indonesia menuju negara maju. 


"Jadi di tengah dinamika perbedaan yang ada, namun satu hal kita tetap harus bersatu untuk bisa mengawal Indonesia ini betul-betul bisa menjadi negara sesuai dengan visi kita ke depan menjadi negara besar, negara yang berada di posisi nomor tiga ataupun nomor empat di dunia," ucap Sigit. 


Lebih dalam, Sigit menyebut, seluruh elemen bangsa, harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, hal itu diperlukan agar dapat mengelola dengan baik sumber kekayaan alam Indonesia, demi terciptanya kemandirian bangsa sehingga bisa dirasakan manfaatnya untuk generasi selanjutnya. 


"Kita juga menghadapi situasi global yang mau tidak mau tentunya kita juga harus selalu waspada. Di satu sisi tentunya kita terus harus mengikuti dan mempersiapkan diri menghadapi situasi yang ada," papar Sigit. 


Sigit menegaskan, Pemerintah tentunya berusaha untuk melakukan mitigasi terkait dengan situasi global, yang bisa berdampak terhadap situasi di dalam negeri. Menurutnya, apapun yang dikerjakan oleh pemerintah tentunya bagian dari upaya untuk menjaga agar di tengah situasi krisis global yang ada. 


"Indonesia tetap terus bisa terjaga, ekonomi Indonesia tetap bisa tumbuh. Dan harapan kita program-program untuk mengawal Indonesia menuju ataupun mencapai tujuan nasional, masyarakat yang adil dan sejahtera, tentunya ini menjadi harapan kita bersama yang harus kita jaga," tutur Sigit. 


Dalam hal ini, Sigit memastikan, Polri terus menjalin kemitraan untuk membangun community policing. Sehingga, Korps Bhayangkara bersama elemen masyarakat terus menjaga stabilitas Kamtibmas sebagai modal utama pembangunan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.


 Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Strategis Nasional, Personel Disiapkan Antisipasi Kontinjensi Kecelakaan Laut Jalur Mudik 2026


Jakarta, 17 Maret 2026 – Polri memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan laut strategis di seluruh Indonesia. Sebagai langkah antisipasi kontinjensi kecelakaan laut, Polri menyiagakan 5 kapal polisi di jalur strategis nasional serta menyiapkan personel gabungan guna menghadapi potensi situasi darurat di perairan.


Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat melalui langkah antisipatif yang terukur dan respons cepat di lapangan.


Keterangan tersebut disampaikan langsung saat melakukan peninjauan ke Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung.


“Ya, kita tidak menghendaki, tapi situasi kontingensi kedaruratan ketika terjadi laka (kecelakaan) air, nah sudah dipersiapkan. Ya, ada 16 kapal dipersiapkan, 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, dari Polair, dan dari Polri juga dipersiapkan untuk mengantisipasi situasi kontingensi,” kata Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).


Sebagai penguatan di jalur mudik laut nasional, Polri mengerahkan 5 kapal utama yang disiagakan di titik-titik strategis berikut:

KP BIMA – 7014 (Klas A3) – Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur

KP KASTURI – 6002 (Klas B1/B2) – Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat

KP MANYAR – 5003 (Klas B2) – Pelabuhan Gilimanuk, Bali

KP GELATIK – 5016 (Klas B2) – Pelabuhan Merak, Banten

KP GAGAK – 3011 (Klas C1) – Pelabuhan Bakauheni, Lampung


Kapal-kapal ini memiliki kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah hingga 10 hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama (SAR awal), dan respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di laut.


Sebagai contoh implementasi kesiapsiagaan, di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni telah disiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya. Seluruh kekuatan ditempatkan di titik strategis yang mudah dijangkau guna memastikan penanganan cepat dalam kondisi darurat.


Kesiapan ini diperkuat melalui koordinasi lintas instansi dan elemen pelayaran, termasuk ASDP dan operator kapal, sehingga setiap potensi gangguan keselamatan di laut dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif.


Selain itu, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real-time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan secara matang guna meminimalkan potensi fatalitas.


Polri memprediksi peningkatan arus mudik di sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Bakauheni, mulai pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.


Pengamanan dilakukan secara terpadu, tidak hanya di pelabuhan tetapi juga hingga jalur distribusi menuju daerah tujuan melalui patroli dan pengawalan.


Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang telah disiapkan. Seluruh jajaran diminta mengedepankan quick response time agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional.


Melalui kesiapsiagaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum mudik Lebaran 2026.


 *Wakapolri Tinjau Arus Mudik Via Udara, Pastikan Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali*


Lampung – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melakukan pemantauan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni guna melihat secara langsung dinamika pergerakan kendaraan serta kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).


Berdasarkan hasil pemantauan udara, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya terpantau relatif lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang cukup baik. Meski demikian, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai terlihat di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari peningkatan volume pemudik yang akan menyeberang menuju Bakauheni.


“Secara umum dari hasil analisa dari udara relatif cukup lancar, dan alhamdulillah dalam kondisi cuaca yang cukup baik,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Gelombang kedua arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.


“Diprediksi arus mudik gelombang kedua akan terjadi pada tanggal 18 sampai 19 Maret. Kemudian arus balik diperkirakan pada tanggal 24–25 dan 28–29 Maret,” jelasnya.


Sejumlah langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Polda Lampung bersama stakeholder terkait guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada periode tersebut. Penguatan pengamanan dilakukan melalui patroli, pengawalan, serta pengaturan arus kendaraan di titik-titik krusial, khususnya menuju kawasan pelabuhan.


Selain itu, kesiapan juga mencakup dukungan sarana dan prasarana, termasuk pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, serta pemantauan melalui command center untuk memastikan pergerakan arus lalu lintas dapat terpantau secara menyeluruh. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu-waktu puncak apabila memungkinkan, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.


“Apabila membutuhkan layanan kepolisian, silakan hubungi layanan 110 dan kami minta jajaran untuk merespons dengan cepat,” tutupnya.


Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah penyeberangan Merak–Bakauheni, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


 Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau Tesso Nilo, Pastikan Konservasi Gajah Aman


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau lahan konservasi gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), pada Selasa (17/3) hari ini.


Dalam kesempatan itu, Kapolri memastikan pemulihan kawasan Tesso Nilo untuk area konservasi gajah berjalan dengan lancar dan aman. Hal itu, kata dia, sejalan dengan atensi Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan populasi Gajah Sumatera di kawasan konservasi.


"Tadi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Riau bahwa saat ini kawasan gajah yang populasinya sudah sangat sedikit ini tentunya harus diberikan habitatnya kembali, ruangnya kembali," ujarnya dalam konferensi pers.


Ia menyebut akan dilakukan pemulihan kembali lahan seluas 81 ribu hektar di kawasan Tesso Nilo untuk menjadi area konservasi Gajah Sumatera. 


Di sisi lain, Kapolri memastikan seluruh jajaran akan terus menjaga dan menindak tegas pelaku kejahatan terhadap satwa hingga perusakan kawasan hutan.


Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polda Riau dalam pengungkapan kasus kematian dan pencurian gading gajah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.


"Tolong dilakukan tindakan tegas sehingga populasi gajah yang tinggal sedikit ini betul-betul bisa tetap terjaga dan lestari dan kemudian wilayah konservasinya juga kemudian sesuai dengan populasi gajah sehingga bisa berkembang," tegasnya.


Sementara itu, Titiek juga mendorong upaya pemulihan kawasan Tesso Nilo sesuai fungsinya sebagai Taman Nasional untuk menjadi area konservasi flora dan fauna.


"Karena kepedulian yang tinggi dari Presiden Prabowo, Taman Nasional Tesso Nilo ini harus dikembalikan pada fungsinya sebagai taman nasional, utamanya adalah sebagai habitat dari gajah-gajah yang harus kita lindungi," jelasnya.


Titiek berpesan agar pemindahan masyarakat yang sudah berada di kawasan Tesso Nilo dilakukan dengan baik dan tidak menggunakan kekerasan. Ia meminta agar disiapkan area relokasi dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memindahkan masyarakat.


"Jangan belum apa-apa sudah diusir-usir. Jadi kita sama-sama menjaga kelestarian daripada taman nasional ini juga masyarakat yang tinggal di dalamnya," tuturnya. 


Lebih lanjut, ia juga mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk menggandeng Mabes Polri terkait upaya penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Pasalnya, kata dia, rasio personel untuk menjaga Tesso Nilo masih jauh dari kata cukup.


"Ini luasnya 81.000 (hektar) sedangkan polisi hutan hanya di sini berapa? 23 (orang). Bagaimana bisa mengawasi luas sebegitu luasnya? Mungkin bisa minta bantuan Pak Kapolri, bisa menugaskan Pak Kapolda bagaimana supaya ikut mengawasi menjaga kelestarian daripada taman nasional ini," pungkasnya.


 *Kakorlantas: One Way Sepenggal Tahap Pertama Mulai Berlaku 17 Maret 2026 di Tol Trans Jawa KM 70*


Cikampek – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama guna mengantisipasi kepadatan arus mudik di ruas tol arah Jawa.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Selasa (17/3/2026). 


"Kami laporkan bahwa situasi arus lalu lintas saat ini dari tol kilometer 29, 57, dan 70 cukup padat. Maka dari itu, kami Korlantas Polri telah berkolaborasi dengan stakeholder, termasuk Bapak Menteri dan Dirut Jasa Marga. Kami akan melakukan sosialisasi berkaitan dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama antara Kilometer 70 sampai Kilometer 263 di wilayah Jawa Tengah," kata Kakorlantas. 


Penerapan one way sepenggal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa, khususnya pada periode puncak arus mudik.


Korlantas Polri optimis langkah tersebut dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, sehingga arus lalu lintas selama Operasi Ketupat dapat tetap aman, tertib, dan terkendali.


"Diharapkan dengan rekayasa lalu lintas ini dapat memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semoga dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional ini dapat semakin memperlancar arus lalu lintas menuju Trans Jawa," ungkapnya. 


Kakorlantas menyebut kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere serta Surat Keputusan Bersama dinilai membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak menumpuk pada satu waktu. 


"Dengan adanya Work From Anywhere ini terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas," ujar dia. 


Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memberlakukan one way (Satu arah) nasional pada 18 Maret atau pada hari keenam Operasi Ketupat 2026.


"Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dengan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik yang diperkirakan adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tanggal 18 Maret itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” ucap Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho, di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Cikampek, Senin (16/3/2026).


“Ketika nanti (berdasarkan) infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, mungkin juga bisa berubah untuk one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama yang tentunya nanti akan kami umumkan,” pungkasnya.


 *Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu, Target Edarkan Miliaran Saat Lebaran*



Jakarta - Tim Satresmob Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran uang palsu yang beroperasi di wilayah Jawa Barat menjelang Lebaran.


Pengungkapan ini dilakukan oleh Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin Kanit 1 Satresmob, AKBP Harry Azhar, bersama personel, pada Jumat malam, 13 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.


Penggerebekan pertama dilakukan di sebuah warung nasi goreng di kawasan Plered, Purwakarta. Dari lokasi ini, petugas mengamankan empat orang terduga pelaku berinisial AS, K, AK yang berperan sebagai perantara, serta DNA yang diduga sebagai pembuat uang palsu.


"Kelompok ini sudah lama beroperasi dan terkoneksi dengan kelompok pembuat uang palsu yang baru diamankan di Polres Klaten," ujar Harry Azhar, Selasa 17 Maret 2026.


Harry menjelaskan, dari tangan para pelaku, polisi menemukan barang bukti awal berupa tujuh lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah dengan seri tahun produksi 2016.


Berdasarkan hasil pengembangan, tim kemudian melakukan penggerebekan lanjutan di sebuah rumah di Perumahan Griya Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta. 


"Di lokasi ini, Polisi menemukan sejumlah alat produksi uang palsu dalam jumlah besar," kata dia.


Barang bukti yang diamankan antara lain mesin printer, satu set komputer, alat timbang uang, ribuan lembar kertas dupon sebagai bahan baku, mesin pencetak ultraviolet, oven pengering warna, alat press, hingga pewarna dan alat pemotong uang palsu. Selain itu, petugas juga menyita uang palsu yang sudah siap edar.


Perwira Menegah Polri itu menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait rencana sindikat tersebut untuk mengedarkan uang palsu hingga miliaran rupiah saat momen Lebaran.


Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.


Para pelaku dijerat dengan dugaan tindak pidana peredaran uang palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP dan/atau Pasal 375 ayat 1 dan 2 KUHP.


Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang hari raya, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. (*)


 Dukung Swasembada Pangan 2026, Bag SDM Polres Madiun Kota Monitoring Lahan Jagung





Kota Madiun – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, anggota Bag SDM Polres Madiun Kota melaksanakan kegiatan peninjauan dan monitoring lahan jagung, Selasa (17/3/2026).




Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses penanaman dan perawatan tanaman jagung berjalan optimal serta memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas.



Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Kabag SDM Kompol Agung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.




“Kami dari Polres Madiun Kota melalui Bag SDM terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk mendukung program swasembada pangan. Monitoring ini sebagai bentuk pendampingan agar hasil pertanian, khususnya jagung, dapat maksimal,” ujar Kompol Agung.




Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.(hms).


 *Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Mendaftar*


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat melalui program Mudik Gratis Presisi 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Operasi Ketupat 2026 hingga Senin, 16 Maret 2026, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi aman ini terpantau sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia.


Secara akumulatif, program ini telah berhasil menjaring sebanyak 32.721 orang peserta yang diberangkatkan melalui jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda di seluruh penjuru tanah air. 


Guna mendukung mobilitas massa dalam jumlah besar tersebut, Polri telah menyiagakan armada angkutan yang sangat memadai, mencakup 663 unit bus, 29 unit kendaraan Hiace, hingga penyediaan satu unit Kapal Motor Penumpang (KMP).


Polda Jawa Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi peserta terbesar yang mencapai 13.040 orang dengan dukungan 326 unit bus, disusul oleh jajaran Polda Sumatra Barat yang memfasilitasi total 12.000 pemudik. Di wilayah ibu kota, Polda Metro Jaya juga berkontribusi besar dengan memberangkatkan 2.500 peserta menggunakan 60 unit bus. 


Sementara itu, variasi moda transportasi terlihat di Polda Aceh yang mengombinasikan bus dan puluhan unit Hiace, serta Polda Jawa Timur yang secara khusus menyediakan kapal laut untuk mengangkut ratusan penumpang beserta kendaraan roda dua milik masyarakat.


Keberhasilan pencatatan pendaftar ini mendapat apresiasi langsung dari Korps Lalu Lintas Polri. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo, S.H., M.Hum. Ditemui Senin (16/03) sore, Kakorlantas menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mengikuti perjalanan mudik mereka bersama Korlantas Polri. 


“Antusiasme para pemudik yang mencapai lebih dari 32 ribu orang ini merupakan bukti nyata bahwa program Mudik Gratis Presisi 2026 sangat dinantikan oleh khalayak luas,” kata Kakorlantas.


Lebih lanjut, Irjen Agus Suryo menegaskan, “Inisiatif ini bukan sekadar urusan logistik transportasi, melainkan wujud perhatian dan aksi humanis Polri untuk masyarakat, serta langkah strategis dalam mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik secara nasional”. Aksi tersebut selaras dengan semangat yang diusung kepolisian tahun ini, yaitu "Mudik Aman, Keluarga Bahagia". 


Irjen Agus Suryo berharap, melalui fasilitas ini, para peserta Mudik Gratis Presisi bisa merasa tenang selama di perjalanan, tiba dengan selamat di kampung halaman, serta merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga.


Selain wilayah-wilayah dengan angka partisipasi ribuan, jajaran Polda lainnya seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Bengkulu dan Riau juga turut aktif memastikan setiap warga yang ingin pulang kampung mendapatkan akses transportasi yang layak. Pengaturan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi yang kurang aman untuk perjalanan jarak jauh. (*)


 *Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Mojokerto Waspadai Titik Banjir dan Longsor*



MOJOKERTO – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang juga dilaksanakan oleh Polres Mojokerto Polda Jatim memasuki hari Kelima pada Selasa (17/3/25).


Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dilaksanakan selama 13 hari itu Polres Mojokerto Polda Jatim telah mendirikan 1 Pos Pelayanan (Posyan) dan 2 Pos Pengamanan (Pospam), diantaranya Posyan Sendi, Kecamatan Pacet, Pospam Kenanten, Kecamatan Puri, dan Pospam Cembor, Kecamatan Trawas.


Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan Pos yang didirikan tersebut sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat yang sedang  libur lebaran.


Kapolres Mojokerto menyampaikan, selama tiga hari pertama Operasi Ketupat Semeru, Polres Mojokerto melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap Lima isu utama yaitu potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.


"Salah satu perhatian utama dalam pelayanan pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir," ujar AKBP Andi, Selasa (17/3/26).


Untuk itu lanjut AKBP Andi, Polres Mojokerto Polda Jatim melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif terkait lokasi wisata yang berada di daerah pegunungan yang potensi longsor tersebut.


"Kami bersinergi dengan lintas sektor juga melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,” terang AKBP Andi.


Polres Mojokerto juga memaksimalkan Patroli ini sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.


Kapolres Mojokerto juga menjelaskan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto relatif aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.


Terkait arus lalu lintas, Kapolres Mojokerto menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. 


Sehingga kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik antar provinsi belum terlalu signifikan.


“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” kata AKBP Andi.


Sementara itu, Polres Mojokerto telah menerjunkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. 


Jumlah tersebut juga diperkuat dengan personel dari Polsek-Polsek di jalur utama serta kawasan wisata.


“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” ungkap AKBP Andi.


Dengan jumlah personel yang optimal ini diharapkan Posyan dan Pospam Polres Mojokerto ini tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif. (*)


 *Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa pasca Ledakan di Masjid Jember*



JEMBER - Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terkait peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Senin (16/3/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.


Dalam keterangannya, Kapolda Jatim mengatakan bahwa saat ini tim kepolisian bersama unsur terkait lainnya telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


“Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya, Selasa (17/3/2026) di Mapolres Jember.


Ia menegaskan, kondisi terkini di lokasi sudah dalam keadaan terkendali. Petugas masih melakukan sterilisasi area, guna memastikan situasi benar-benar aman.


Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


“Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan,” jelasnya.


Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, tim gabungan dari Polres Jember dan Polda Jatim, termasuk unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor), tim penjinak bom (JIBOM), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), tengah bekerja untuk mengungkap penyebab kejadian.


Sejumlah langkah telah dilakukan oleh kepolisian, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. 


Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk perangkat RT/RW setempat untuk menjaga keamanan wilayah.


Kapolda Jatim turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan,” pungkasnya.

Senin, 16 Maret 2026


 *Polres Bojonegoro Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Ganja, 13 Tersangka Ditangkap*



BOJONEGORO – Polres Bojonegoro tetap menunjukan komitmennya dalam memberantas peredaran Narkoba untuk mewujudkan Bojonegoro zero Narkoba.


Sejak Januari hingga 10 Maret 2026 Polres Bojonegoro berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus peredaran narkotika.


Dari total kasus tersebut, seluruhnya merupakan tindak pidana narkotika dengan rincian 10 kasus narkotika jenis sabu dan satu kasus narkotika jenis ganja. 


Hasil pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan sebanyak 13 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi di Mapolres Bojonegoro, Senin (16/3/26).


Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian menjelaskan, dari 13 tersangka yang diamankan, sembilan orang berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu, satu orang sebagai pengedar ganja, serta tiga orang lainnya merupakan pemakai atau pemilik narkotika jenis sabu.


"Barang bukti Narkotika yang sudah kami sita 52,71 gram sabu dan 187,25 gram ganja yang diduga akan diedarkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya," kata AKBP Afrian.


Kini para tersangka pengedar dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, atau denda minimal Rp1 miliar hingga maksimal Rp10 miliar.


Sementara itu, tersangka yang berperan sebagai pemilik narkotika dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp.800 juta hingga Rp.8 miliar.


Kapolres Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba serta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan dan keluarga masing-masing. 


Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Bojonegoro. (*)


 *Operasi Ketupat Semeru, Polda Jatim Jaga Kekhusukan Ibadah Umat dan Stabilitas Kamtibmas*



SURABAYA - Polda Jawa Timur (Jatim) bersinergi dengan lintas sektor komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat di Operasi Ketupat Semeru 2026.


Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar sejak 13 Maret 2026, Polda Jatim tidak hanya memperhatikan soal arus lalu lintas mudik.


Kombes Abast mengatakan menjaga proses ibadah warga masyarakat yang menjalankan puasa Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Umat Hindhu yang melaksanakan Nyepi dan merayakan Tahun Baru Saka adalah hal yang menjadi fokus utama.


"Fokus utama menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk,"ujar Kombes Pol Abast, Selasa (17/3/26)


Menurut Kombes Abast yang juga selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, arus lalu lintas adalah dampak, namun Kamtibmas di lingkungan warga baik itu permukiman maupun rumah ibadah adalah hal yang fundamental.


"Mudik penting, namun khidmat ibadah dan stabilitas Kamtibmas adalah fondasi," tegas Kombes Pol Abast.


Masih kata Kombes Abast, dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polda Jatim bersama jajarannya juga akan memberikan pelayanan pengamanan di lebih kurang 18.365 lokasi Shalat Idul Fitri baik di Masjid maupun lapangan yang akan digunakan jamaah.


Selain itu Polda Jatim juga memberikan pelayanan pengamanan di sejumlah objek yang berpotensi terdapat gangguan Kamtibmas.


Objek tersebut diantaranya 68 lokasi terminal, 12 lokasi Pelabuhan dan 79 pelabuhan rakyat, 6 lokasi Bandara, 53 Stasiun Kereta Api, 274 lokasi tempat perbelanjaan, 488 lokasi wisata/ hiburan dan beberapa lokasi SPBU yang berpotensi adanya antrian.


Diharapkan dengan layanan pengamanan yang maksimal oleh Polda Jatim bersama jajarannya dan bersinergi dengan lintas sektor di Operasi Ketupat Semeru 2026 ini, kondusifitas di Jawa Timur tetap terjaga.


Kabid Humas Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah yang ditinggal mudik dalam keadaan aman dan melapor kepada pengurus RT/RW atau petugas keamanan lingkungan setempat.


"Mari kita bersama - sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia," pungkasnya. (*)


 Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI


JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, kembali menegaskan pentingnya penguatan intelektualitas di tubuh Polri. Sebanyak 39 dari total 40 buku yang ditulisnya kini resmi terdaftar dalam perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada Senin (16/3/2026).


Langkah ini menjadi penegasan bahwa transformasi Polri tidak hanya bertumpu pada kemampuan operasional, tetapi juga pada penguatan riset, gagasan, serta pemikiran strategis yang terdokumentasi secara akademis. Pendaftaran karya tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan negara terhadap ide dan pemikiran yang lahir dari pengalaman panjang di berbagai medan tugas kepolisian.


Dari total 40 buku yang telah ditulis, sebanyak 39 judul diterbitkan oleh penerbit Raja Grafindo Persada, sementara satu buku lainnya diterbitkan oleh Penerbit Universitas Brawijaya dengan judul “Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme.”


Wakapolri menegaskan bahwa pengalaman lapangan harus diabadikan dalam bentuk pengetahuan agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus Polri.


“Polisi masa kini tidak boleh hanya mengandalkan otot dan kewenangan, tetapi harus berbasis pada ilmu pengetahuan. Menulis bagi saya adalah cara berbagi sekaligus mengabadikan pengalaman lapangan agar dapat dirumuskan menjadi teori dan pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, generasi Polri masa kini memiliki bekal wawasan, perspektif, dan referensi untuk terus berkembang serta mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” ujar Dedi Prasetyo setelah menerima sertifikat HAKI.


Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci bagi institusi kepolisian untuk menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.


“Polri perlu dibekali wawasan dan keilmuan yang cukup untuk bisa memenuhi ekspektasi ideal masyarakat Indonesia terhadap institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.


Ke-39 buku tersebut mencakup berbagai bidang strategis kepolisian, mulai dari strategi keamanan dan kamtibmas, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional, penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan dan mitigasi bencana.


Beberapa karya juga membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern, manajemen media sebagai cooling system untuk menjaga stabilitas keamanan, hingga reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi.


Melalui karya-karya tersebut, Wakapolri berupaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif. Pendekatan keamanan tidak lagi dipahami semata sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.


Dengan terdaftarnya puluhan buku tersebut dalam HAKI, karya-karya ini kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas dalam memahami dinamika keamanan dan strategi kepolisian modern.


Warisan pemikiran tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi generasi Polri berikutnya untuk mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi dalam mendukung transformasi institusi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.

**Polantas Menyapa – Satlantas Polres Madiun Kota**


 

Madiun – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota kembali menggelar kegiatan **Polantas Menyapa** pada Selasa, 17 Maret 2026.


Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Satlantas Polres Madiun Kota ini diisi dengan agenda penyerahan **Surat Izin Mengemudi (SIM)** kepada para pemohon yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan dinyatakan lulus dalam proses penerbitan SIM. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh petugas dengan mengedepankan pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis.


Selain itu, petugas juga memberikan edukasi serta arahan kepada masyarakat mengenai pentingnya **tertib berlalu lintas**. Para pemohon diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, serta melengkapi dokumen kendaraan saat berkendara di jalan raya.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, **AKP Nanang Cahyono, S.Pd**, menyampaikan bahwa kegiatan Polantas Menyapa merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus sebagai sarana edukasi keselamatan berlalu lintas.


“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan bahwa memiliki SIM bukan hanya sebagai kelengkapan administrasi, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan dan tanggung jawab dalam berkendara secara aman dan tertib di jalan,” ungkap AKP Nanang Cahyono.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga dapat menciptakan situasi **keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas** yang kondusif di wilayah Kota Madiun.


 *Kapolda Jatim Tinjau Kesiapan Posyan Terpadu Alun - alun Kota dan Pospam Kenanten Mojokerto*



MOJOKERTO - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi pejabat utama Polda Jawa Timur melakukan kunjungan ke Pos Pelayanan (Posyan) terpadu di alun - alun Kota Mojokerto dan Pos Pengamanan (Pospam) Kenanten di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/03/26)


Kunjungan Kapolda Jatim bersama rombongan tersebut disambut oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto dan Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata beserta Pejabat utama Polres Mojokerto Kota.


Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jatim mengecek kesiapan personel, meninjau fasilitas pos pelayanan terpadu, serta memberikan arahan terkait strategi pengamanan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan menjelang liburan Idulfitri.


"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal," ujar Irjen Pol Nanang di Posyan Kota Mojokerto.


Kapolda Jatim menegaskan, kesiapan personel di lapangan menjadi prioritas utama dalam pengamanan arus mudik lebaran.


"Kolaborasi dan koordinasi dengan instansi terkait harus berjalan baik untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama libur Lebaran," ujarnya.


Diharapkan dengan adanya pos pelayanan terpadu ini, perjalanan dan aktivitas masyarakat yang berada di Kota Mojokerto berjalan lancar dan minim hambatan.


Sementara itu Kapolres Mojokerto, Kota AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan, dengan dilakukan pengecekan langsung oleh Kapolda Jatim, diharapkan menambah motivasi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas di Operasi Ketupat Semeru 2026.


"Kehadiran Bapak Kapolda bersama para Pejabat Utama Polda Jatim tentu menjadikan motivasi kami dalam menjalankan tugas Operasi Ketupat Semeru yang merupakan operasi kemanusiaan ini,"kata AKBP Herdiawan.


Ia menegaskan, bahwa Polres Mojokerto Kota berkomitmen dalam untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.


Kapolres Mojokerto Kota juga mengimbau kepada masyarakat baik yang sedang mudik lebaran agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan dan memastikan kondisi rumah yang ditinggal mudik benar - benar aman.


"Utamakan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas agar Mudik Aman Keluarga Bahagia,"pungkasnya. (*)

 *Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik, Antarkan Pasutri Asal Situbondo yang Ketinggalan Bus Mudik* GRESIK - Deru bus mudik yang kian menjauh...