Senin, 23 Maret 2026


 *Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik, Antarkan Pasutri Asal Situbondo yang Ketinggalan Bus Mudik*



GRESIK - Deru bus mudik yang kian menjauh dari halaman Kantor Pemkab Gresik nyaris memupus harapan sepasang suami istri asal Situbondo untuk pulang kampung. 


Terlambat 45 menit dari jadwal keberangkatan, keduanya hanya bisa pasrah hingga aksi cepat Satlantas Polres Gresik Polda Jatim mengubah segalanya lewat kejaran dramatis hingga Tol Tandes.


Pasangan tersebut tiba di lokasi keberangkatan pukul 08.15 WIB, sedangkan jadwal bus telah diberangkatkan tepat pukul 07.30 WIB. 


Harapan pun seolah sirna, menyisakan kebingungan dan kepasrahan di tengah lokasi yang mulai lengang.


Namun situasi itu tak berlangsung lama. Personel Satuan Lalu Lintas Polres Gresik yang berjaga dengan cepat menangkap kondisi tersebut dan segera melaporkan kepada pimpinan jangan ada pemudik yang tertinggal.


Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima perintah.


“Instruksi pimpinan jelas, kami diminta memastikan tidak ada warga yang terlantar. Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan langkah cepat untuk mengejar bus rombongan,” ujarnya.


Tanpa membuang waktu, pasutri tersebut segera dinaikkan ke kendaraan Patroli dan Pengawalan (Patwal). 


Sirine pun meraung, membelah arus lalu lintas pagi hari, menandai dimulainya aksi kejar yang tak biasa.


Koordinasi intens dilakukan melalui radio komunikasi untuk memantau posisi bus yang telah lebih dulu melaju ke arah tol. 


Petugas di lapangan dan kru bus terus berkomunikasi demi menentukan titik pertemuan yang aman.


Aksi dramatis itu akhirnya berbuah manis di kawasan Tol Tandes. Bus berhasil dihentikan di bahu jalan, menunggu kedatangan kendaraan Patwal yang membawa dua penumpang “tertinggal” tersebut.


Ketegangan pun mencair seketika saat pintu bus kembali terbuka. Raut cemas pasangan suami istri itu berubah menjadi senyum lega penuh syukur.


AKP Nur Arifin menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di momen arus mudik Lebaran.


“Ini bukan sekadar tugas pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana kami hadir memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” imbuhnya.


Sementara itu, Bakti, salah satu penumpang yang sempat tertinggal, mengaku tak kuasa menahan haru atas bantuan yang diberikan.


“Saya sudah pasrah tadi, bingung harus pulang naik apa. Tidak menyangka justru dikawal Polisi sampai masuk tol untuk mengejar bus. Terima kasih banyak Polres Gresik,” ucapnya.


Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik hiruk pikuk pengamanan mudik, hadir dedikasi dan kepedulian Kepolisian yang bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan setiap perjalanan masyarakat tetap berjalan dengan aman dan penuh harapan. (*)


 *Libur Lebaran Polres Magetan Maksimalkan Pengamanan Wisata Telaga Sarangan*



MAGETAN – Memasuki H+1 libur Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026), Polres Magetan Polda Jatim terus meningkatkan pengamanan dan patroli di kawasan wisata Telaga Sarangan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026, di mana Polres Magetan Polda Jatim juga telah mendirikan pos pelayanan (posyan) di kawasan wisata Telaga Sarangan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang memadati lokasi tersebut.


Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Indra, menyampaikan bahwa peningkatan pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengunjung.


“Pada H+1 Lebaran ini, kami meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan di kawasan Telaga Sarangan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, mengingat adanya peningkatan jumlah wisatawan,” ujar Iptu Indra.


Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di wilayah kawasan wisata terpantau ramai namun tetap lancar.


“Sampai saat ini situasi di seputaran Telaga Sarangan terpantau ramai, namun arus lalu lintas masih berjalan lancar dan terkendali,” imbuhnya.


Guna mengantisipasi potensi kepadatan, Polres Magetan Polda Jatim melalui Satuan Lalu Lintas telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. 


Rekayasa tersebut akan diberlakukan mulai dari pertigaan Sidorejo hingga kawasan Telaga Sarangan apabila terjadi penumpukan kendaraan.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama berwisata.


Polres Magetan Polda Jatim mengingatkan pentingnya kamseltibcarlantas dengan cara mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri saat kondisi jalan padat.


Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, dapat memanfaatkan layanan call center Polri di nomor 110 atau langsung mendatangi pos pengamanan maupun pos pelayanan yang telah disediakan di sekitar kawasan wisata.


Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan libur Lebaran di kawasan Telaga Sarangan tetap berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)


 Laporan Harian Juru Bicara Operasi Ketupat 2026 Hari Ke-11


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 melaporkan perkembangan situasi operasi ketupat 2026 pada hari ke-11 pelaksanaan operasi, yang terhitung sejak Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB.


Di bidang lalu lintas, Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.


Selain itu, dalam aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 11 pelanggaran, dengan rincian 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.


Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala.


Sementara itu, berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan, meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.


Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.


Polri juga menyampaikan bahwa arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.


Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.


“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.


Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal maupun nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.


Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan untuk menghindari kepadatan di jalur utama, yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026.


Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.


Di sisi lain, Polri turut melakukan pengamanan di berbagai objek vital seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.


Berdasarkan data pergerakan transportasi umum, tercatat sebanyak 871 trip kapal dengan total 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Pada moda kereta api, terdapat 2.922 perjalanan dengan total 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara mencatat 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.


Polri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi wisata air, serta selalu memperhatikan kapasitas dan aspek keselamatan.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Kombes Pol. Marupa Sagala.


Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar.


Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

Minggu, 22 Maret 2026


 Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H


Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondisi lalu lintas pasca hari raya.


Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa Polri mengantisipasi adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Lebaran, khususnya fenomena bangkit mudik.


“Kami mengingatkan kembali himbauan Bapak Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Shalat Idul Fitri. Untuk itu, Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan,” ujar Brigjen Pol Tjahyono Saputro.


Ia menegaskan bahwa pengelolaan arus balik akan dilakukan secara optimal sebagaimana saat arus mudik, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.


Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 sebagai upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat dalam satu waktu.


“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA secara bijak, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan,” tambahnya.


Selain itu, Polri turut mengantisipasi kegiatan halal bihalal di berbagai daerah yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Personel telah disiagakan untuk melakukan pengaturan di lokasi-lokasi kegiatan masyarakat tersebut.


Terkait objek wisata, khususnya wisata air, masyarakat dan pengelola diimbau untuk memperhatikan kapasitas angkut serta mengutamakan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat over kapasitas.


Brigjen Pol Tjahyono juga menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder, mulai dari TNI, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula ucapan dari Kapolri kepada seluruh masyarakat.


“Atas nama Institusi Polri, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali kepada kesucian, mempererat tali silaturahmi, serta senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” tutupnya.


 *Polres Gresik Pantau SPBU Pastikan Stok Aman di Libur Lebaran*



GRESIK - Polres Gresik Polda Jatim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU guna memastikan ketersediaan, kualitas, dan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM).


Sidak ini merupakan langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur lebaran 1447 H/2026.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup kualitas dan akurasi distribusi BBM kepada masyarakat.


Adapun tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam sidak ini meliputi antisipasi kelangkaan: memastikan stok BBM, kualitas produk dan akurasi takaran. 


"Ada tiga jenis pengecekan yang kami lakukan yaitu jumlahnya, kadarnya dan tercampur atau tidaknya dengan air," ujar AKBP Ramadhan Nasution, Sabtu (21/3/26).


Kapolres Gresik juga menambahkan bahwa kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif selama libur lebaran, sebagai bagian dari komitmen Polres Gresik Polda Jatim dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami ingin memastikan masyarakat bisa ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Karena itu, pengawasan di lapangan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. 


Apabila menemukan indikasi kecurangan atau permasalahan di SPBU, warga dapat segera melapor melalui layanan Call Center 110 (bebas pulsa) maupun layanan aduan “Cak Rama” 0811-8800-2006 yang tersedia di kanal resmi Polres Gresik.


Dengan langkah ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap seluruh proses distribusi BBM selama masa angkutan lebaran dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan. (*)


 Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026


Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-10 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas.


Meski demikian, Polri mencatat masih adanya dinamika di lapangan, khususnya pada sektor lalu lintas. Tercatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta.


Di sisi lain, pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi. 


Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, termasuk saat berwisata.


“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Marupa.


Ia juga mengingatkan agar pengelola tempat wisata turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan.


“Kami mengingatkan agar pengelola dan masyarakat selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” lanjutnya.


Lebih lanjut, Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satunya dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.


“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” jelasnya.


Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan.


“Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” tambahnya.


Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.


Di akhir keterangannya, Marupa juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri.


“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.



*Mudik Aman, Keluarga Bahagia.*

Kamis, 19 Maret 2026


 Mudik Mulai Terasa, Kepadatan Arus Lalin, Berhasil Diurai Petugas Ops Ketupat Semeru 2026




Kota Madiun – Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, personel Ops Ketupat Semeru 2026 Pos Pam Alun-Alun Kota Madiun bergerak cepat melakukan penguraian Kepadatan Arus Lalin di kawasan simpang tiga Alun-Alun Ke Barat Kota Madiun, Kamis malam (19/03).




Kepadatan yang terjadi di lokasi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya volume kendaraan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.



Diketahui, operasi ini memang difokuskan untuk pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran.




Kehadiran petugas di lapangan, arus lalu lintas yang sempat tersendat berhasil diurai secara bertahap sehingga kembali lancar. Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.




Petugas juga terus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat jelang Lebaran.




Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Nanang menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar, sehingga diperlukan kehadiran personel di lapangan untuk mengurai kemacetan.




“Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar. 



Kami juga mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama, seperti tema tahun ini" Mudik Aman Keluarga Bahagia” ujar AKP Nanang.(hms).

 *Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik, Antarkan Pasutri Asal Situbondo yang Ketinggalan Bus Mudik* GRESIK - Deru bus mudik yang kian menjauh...